Dia berharap kematian massal ikan tersebut menjadi yang terakhir terjadi sepanjang 2026. Sebab, fenomena serupa pada tahun sebelumnya telah mengakibatkan kerugian besar bagi peternak KJA di Waduk Saguling.
Baca Juga: Bupati Bandung Barat Janji Sekolah Terpencil jadi Prioritas Pembangunan
Pada 2025, secara keseluruhan, kerugian akibat kematian massal ikan disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.
"Jangan sampai kejadian seperti tahun lalu kembali terulang. Saat ini saja kami sudah terpukul, dan kami berharap tidak ada lagi kematian ikan dalam jumlah besar," harapnya.
Selain fenomena upwelling, Teten juga menyoroti persoalan pencemaran air dari wilayah hulu. Menurut dia, berbagai limbah yang masuk ke Waduk Saguling berpotensi memperburuk kualitas air dan meningkatkan risiko kematian ikan.
"Persoalan dari hulu juga harus diperhatikan. Kalau limbah terus masuk ke waduk, kualitas air pasti semakin tertekan. Ini yang harus dikendalikan supaya peternak tidak terus menjadi korban," tuturnya.
