Ribuan Ikan di Saguling Kembali Mati, Peternak Rugi Rp115 Juta

Selasa 03 Nov 2026, 18:02 WIB
Peternak ikan di Keramba Jaring Apung (KJA), Saguling Kabupaten Bandung Barat, menyortir ikan yang mati. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Peternak ikan di Keramba Jaring Apung (KJA), Saguling Kabupaten Bandung Barat, menyortir ikan yang mati. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Waduk Saguling kembali diterjang fenomena kematian massal ikan. Para peternak Keramba Jaring Apung (KJA) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dibuat kelimpungan setelah ribuan ikan mati dalam waktu singkat.

Salah seorang peternak KJA, Teten Buldani Hayat 52 tahun, bahkan mengaku kehilangan sekitar 5 ton ikan hanya dalam kurun dua hari. Kerugian semakin besar karena ikan yang masih hidup terpaksa dijual murah akibat kualitasnya mulai terdampak.

Teten mengatakan, kematian ikan di keramba miliknya terjadi dalam dua gelombang. Pertama pada 21-22 Oktober dan kembali terjadi pada 28 Oktober 2026.

"Kalau dihitung dari ikan yang mati saja, jumlahnya sekitar lima ton. Sebagian besar ikan mas dan nila," ujar Teten.

Baca Juga: Kemarau Cekik Peternak Bandung Barat, Dispernakan KBB Imbau Kelola Pakan Terencana

Menurut dia, kematian massal tersebut diduga berkaitan dengan fenomena upwelling, yakni naiknya massa air dari bagian dasar waduk menuju permukaan.

Pergerakan massa air itu dapat membawa material yang mengendap di dasar waduk sekaligus memengaruhi suhu dan kadar oksigen di perairan.

Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi ikan yang berada di dalam keramba.

"Perubahan cuaca dari kemarau panjang menuju hujan deras kemungkinan ikut memicu pergerakan air di dalam waduk. Saat kondisi air berubah, ikan menjadi sangat rentan," jelasnya.

Baca Juga: Dugaan Peredaran Bebas Obat Keras di Bandung Barat Resahkan Warga, Klinik Disorot

Lebih lanjut, diperparah dengan menyusutnya volume air waduk. Kata dia, kadar oksigen terlarut yang biasanya dibutuhkan ikan berada di kisaran 2,6, namun ketika kejadian kematian massal berlangsung, angkanya sempat turun drastis hingga 0,7.


Berita Terkait


News Update