Hasil Autopsi Balita Korban Pembunuhan di Kebayoran Lama, Kekurangan Gizi dan Tubuhnya Penuh Luka

Senin 02 Nov 2026, 21:29 WIB
Dua pasangan suami istri berinisial AR dan J diduga melakukan pembunuhan terhadap buah hatinya yang masih balita. (Sumber: Istimewa)
Dua pasangan suami istri berinisial AR dan J diduga melakukan pembunuhan terhadap buah hatinya yang masih balita. (Sumber: Istimewa)

KEBAYORAN LAMA, POSKOTA.CO.ID - Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan balita perempuan berinisial SF, 2 tahun di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengungkap fakta baru yang mengenaskan.

Berdasarkan hasil autopsi awal tim dokter forensik, korban tidak hanya mengalami kekerasan fisik berulang, tetapi juga menderita kondisi gizi buruk yang tidak sesuai dengan usianya.

Dokter Spesialis Forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri Pralebda, mengungkapkan bahwa bekas kekerasan ditemukan menyebar di hampir seluruh tubuh balita malang tersebut.

"Kami menemukan keadaan anak tersebut dengan gizi yang tidak sesuai dengan usianya. Kemudian, terdapat beberapa tanda kekerasan pada daerah wajah, dada, perut, hingga keempat anggota gerak baik luka baru maupun luka lama," ujar Asri dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin, 2 November 2026.

Baca Juga: Penganiayaan Balita hingga Tewas di Kebayoran Lama, Ibu Kandung dan Ayah Tiri jadi Tersangka

Selain luka luar, tim forensik mendeteksi adanya trauma parah pada organ dalam korban. Untuk memastikan tingkat keparahan cedera, pihak medis juga melakukan pemeriksaan rontgen guna memetakan potensi patah tulang.

"Dari hasil autopsi, kami menemukan indikasi cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam, terutama di area dada dan perut," lanjutnya.

Meski temuan penganiayaan sudah terlihat jelas, tim medis belum merilis penyebab pasti kematian SF.

Dokter Asri menjelaskan, pihak RS Polri Kramat Jati masih menjalankan pemeriksaan histopatologi forensik serta menyiapkan sampel untuk uji toksikologi di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri bila dibutuhkan penyidik.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Jaksel, Polisi Ungkap Dugaan Motif Ekonomi

Dianiaya di Toilet Umum, Jasad Dimasukkan Kantong Plastik

Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama telah menetapkan pasangan suami istri yang merupakan ibu kandung J dan ayah tiri AR sebagai tersangka.


Berita Terkait


News Update