PPN Pembalut 11 Persen Sejak Kapan, Apa Alasan, dan Dasar Hukumnya? Simak Sejarah, serta Aturan Pajaknya

Jumat 30 Okt 2026, 13:35 WIB
PPN pembalut sebesar 11 persen menjadi sorotan publik. (Sumber: Magnific/luar biasa)
PPN pembalut sebesar 11 persen menjadi sorotan publik. (Sumber: Magnific/luar biasa)

Kebijakan yang diterapkan tidak selalu sama. Ada negara yang menghapus pajak produk menstruasi, sementara negara lainnya menyediakan pembalut dan tampon gratis di sekolah, kampus, atau fasilitas publik.

Berikut adalah beberapa daftar negara yang menggratiskan pembalut di wilayahnya:

1. Selandia Baru

Selandia Baru mengumumkan program penyediaan pembalut dan tampon gratis di seluruh sekolah pada Februari 2021.

Program tersebut mulai diterapkan pada Juni 2021. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu pelajar memperoleh kebutuhan menstruasi tanpa terbebani biaya pembelian produk.

Selain memperluas akses sanitasi, program tersebut juga diharapkan dapat membantu mengatasi kemiskinan menstruasi dan mendukung kehadiran siswa di sekolah.

2. Australia

Di Australia, sejumlah wilayah menerapkan kebijakan penyediaan produk menstruasi gratis di lingkungan pendidikan.

Victoria mulai menyediakan pembalut dan tampon gratis di sekolah negeri pada 2020. Program tersebut kemudian menjadi salah satu langkah untuk memastikan pelajar memiliki akses terhadap kebutuhan menstruasi.

Sementara itu, New South Wales menjalankan uji coba program serupa pada Maret 2021.

3. Amerika Serikat

Sejumlah wilayah di Amerika Serikat juga telah mengesahkan kebijakan penyediaan produk menstruasi gratis.

New York lebih dahulu mengesahkan aturan penyediaan pembalut dan tampon di sekolah negeri pada 2016. Kebijakan tersebut kemudian diperluas ke sejumlah wilayah lain.

New Hampshire mengesahkan aturan terkait pada 2019. Sementara itu, Virginia, Washington, dan Illinois juga mengambil langkah serupa.

Washington mewajibkan sekolah negeri, perguruan tinggi, dan universitas menyediakan produk menstruasi gratis mulai tahun ajaran 2022–2023.


Berita Terkait


News Update