Gunakan Teknologi BIM, Kementrian PU Rampungkan 2 Sekolah Rakyat di Banten

Selasa 27 Okt 2026, 17:39 WIB
Gedung Sekolah Rakyat di Pandeglang yang baru selesai dibangun. (Sumber: Istimewa)
Gedung Sekolah Rakyat di Pandeglang yang baru selesai dibangun. (Sumber: Istimewa)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Pembangunan dua Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, Banten, kini menerapkan teknologi konstruksi digital mutakhir. Langkah ini diambil guna memastikan proyek infrastruktur pendidikan tersebut berjalan lebih efisien, transparan, dan akurat.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memanfaatkan Building Information Modeling (BIM), sebuah teknologi pemodelan informasi bangunan yang mendukung pemantauan konstruksi secara terintegrasi dari pusat hingga daerah.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Banten, Astri Paramitha, menegaskan bahwa penerapan BIM menjadi strategi utama untuk meminimalkan potensi kesalahan manusia atau human error selama proses pembangunan.

"Penerapan BIM di proyek ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu 3D Modeling, 4D Schedule dan Monitoring, serta 5D Quantity Take Off material," ujar Astri.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Mulai Digelar, Bupati Bogor: Wujud Kemerdekaan dalam Pendidikan

Penjelasan senada disampaikan Humas PT HK-Etona KSO, Febriansyah. Menurutnya, BIM menjadi perangkat krusial karena mampu mengintegrasikan seluruh elemen desain, jadwal kerja, hingga kalkulasi kebutuhan material dalam satu sistem.

"Pemodelan 3D kami gunakan untuk memetakan potensi kesalahan desain sejak dini sekaligus menyajikan visualisasi bangunan secara rinci. Data tersebut lalu disimulasikan ke dalam 4D Scheduling untuk memantau rencana dan realisasi pekerjaan," jelas Febriansyah, Selasa, 27 Oktober 2026.

Tidak hanya itu, integrasi data dalam 5D Quantity Take Off memungkinkan tim menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material secara presisi. Cakupannya meliputi pekerjaan struktur utama, arsitektur, hingga aspek mekanikal, elektrikal, dan plambing (MEP).

Data presisi tersebut menjadi acuan utama dalam pemesanan material, pemantauan progres harian, hingga penyusunan laporan keuangan akhir.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Harapan Keluarga Miskin, Fitri: Jangan Sampai Kayak Saya

"Dengan sistem ini, perhitungan volume jadi jauh lebih akurat dan transparan. Seluruh data disubmit langsung ke CDE BIM PU yang terhubung secara real-time dengan Kementerian PU Pusat," tambah Febriansyah.

Bagian dari Pengawasan Nasional

Penerapan teknologi digital di Banten ini sejalan dengan kebijakan makro Kementerian PU dalam memperketat pengawasan proyek infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo sempat menyatakan bahwa pemanfaatan sistem digital seperti BIM, pemantauan udara via drone, hingga CCTV daring kini diterapkan di 100 titik lokasi proyek se-Indonesia.

"Kami memanfaatkan teknologi digital demi meningkatkan transparansi dan efisiensi. Fasilitas dasar seperti gedung sekolah, asrama, dan sanitasi harus terbangun layak. Ini penting agar anak-anak, terutama dari keluarga miskin ekstrem, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas," pungkas Dody.


Berita Terkait


News Update