BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Kasus pengeroyokan yang menewaskan dua orang di kawasan Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat, tengah diselidiki kepolisian. Sejumlah orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden yang diduga melibatkan puluhan orang tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan bahwa polisi telah mengamankan beberapa orang. Namun, penyidik masih mendalami keterangan mereka untuk mengungkap kronologi kejadian dan menentukan peran masing-masing pihak.
“Sudah ada beberapa yang diamankan,” kata Anton saat dihubungi di Bandung, Selasa.
Polisi belum mengungkap jumlah pasti orang yang diamankan maupun kemungkinan keterlibatan mereka dalam tindak pidana tersebut. Proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga perkembangan penanganan perkara belum disampaikan secara terperinci.
Baca Juga: Pabrik Sepatu PWI 6 di Lebak Tutup, Sekitar 1.000 Pekerja Terdampak
Kronologi Pengeroyokan di Pasar Induk Caringin Bandung
Peristiwa pengeroyokan itu dilaporkan terjadi di kawasan pertokoan Blok B-2 Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Sabtu (24/10) sekitar pukul 17.50 WIB.
Berdasarkan informasi awal, insiden tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman antara kelompok pekerja di lingkungan pasar yang melibatkan kuli panggul dan juru parkir. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan.
Situasi semakin memanas setelah seorang korban berinisial FR mengetahui temannya dibawa oleh kelompok yang sedang berselisih. FR bersama rekannya kemudian mengikuti kelompok tersebut untuk memastikan kondisi temannya.
Namun, dalam perkembangan berikutnya, FR dan rekan-rekannya diduga menjadi sasaran pengeroyokan. Penyerangan itu disebut melibatkan sekitar 30 orang yang membawa senjata tajam.
Meski demikian, kronologi lengkap dan penyebab pasti perselisihan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Dua Korban Meninggal Dunia, Satu Orang Terluka
Insiden di Pasar Induk Caringin tersebut menyebabkan tiga orang menjadi korban. Dua di antaranya meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka.
