Kopi Pagi: Mimpi Kita Mengubah Dunia

Senin 26 Okt 2026, 10:47 WIB
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)

Dapat diibaratkan “ subur kang sarwa tinandur lan murah kang sarwa tinuku “- tanahnya subur ditanami apa saja tumbuh Tongkat kayu pun jadi tanaman. Serta serba murah dan terbeli oleh rakyat.

Baca Juga: Kopi Pagi: Mari Jaga Bumi Kita

Tampil menjadi pionir mengolah dan mengelola kekayaan alam kita yang melimpah ruah bagaikan “Zamrud di khatulistiwa”, untuk kemakmuran rakyatnya.

Membangun negeri bukanlah mimpi, tetapi mengubah nasib bangsa bisa dimulai dari mimpi- mimpi, tak terkecuali “Mimpiku mengubah dunia”. Boleh jadi mengubah dunia menjadi mimpi kita semua, generasi muda. Bermula dari mimpi melahirkan gagasan dan pikiran, bergerak melalui aksi yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa – kemaslahatan umat.

Tak berlebihan, jika sang founding father, Bung Karno sejak awal telah berpesan: Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

Menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia agar tidak membatasi diri dalam memiliki harapan, visi dan target hidup yang tinggi. Kalaupun gagal masih tetap berada di tempat yang tinggi, bukan titik terendah.

Baca Juga: Kopi Pagi: Mitigasi Krisis Lingkungan

Ambisius? Jawabnya membangun negeri harus penuh ambisi disertai edukasi, utamanya mengedukasi diri sendiri..

Ingat! Jangan harap dapat mengubah orang lain, apalagi mengubah dunia, kalau diri sendiri tidak mau berubah. Maknanya, awali perubahan diri menjadi orang baik, sebelum mengubah orang lain menjadi lebih baik, seperti dikatakan Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.

Begitupun ketika para elite politik dan pejabat publik hendak mengedukasi nilai – nilai nasionalisme dan patriotisme, maka edukasi terlebih dahulu diri sendiri melalui keteladanan baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026.


Berita Terkait


News Update