POSKOTA.CO.ID - Rumor mengenai Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, meninggal dunia ramai diperbincangkan di media sosial, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Informasi mengenai kematian Kim Jong Un pertama kali mencuat melalui unggahan Ketua Partai Demokrasi China, Wanjun Xie, di platform media sosial X.
Dalam unggahannya, Xie menyampaikan sejumlah klaim terkait kondisi kesehatan Kim Jong Un, termasuk dugaan adanya bantuan medis dari China.
Xie mengklaim Kim Jong Un mengalami pendarahan otak secara tiba-tiba hingga jatuh koma.
"Menurut rumor yang beredar, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Karena fasilitas medis Korea Utara dinilai tertinggal dan tidak mampu memberikan pertolongan dengan cepat, negara tersebut terpaksa meminta bantuan China. Rumah Sakit Concord Beijing segera mengirimkan tim ahli medis ke Korea Utara untuk membantu menyelamatkan Kim Jong Un," bunyi keterangannya.
Selain menyebarkan klaim mengenai kondisi kesehatan Kim Jong Un, Wanjun Xie juga menyinggung kemungkinan terjadinya pergantian kepemimpinan di Korea Utara.
Dalam unggahannya, Xie mengeklaim bahwa Kim Yo-jong, adik perempuan Kim Jong Un, telah mengambil alih kendali rezim di tengah dugaan krisis suksesi.
Klaim tersebut juga menyebut putri Kim Jong Un, Kim Ju-ae, dalam konteks pergantian kepemimpinan.
Lantas, benarkah Kim Jong Un meninggal dunia akibat pendarahan otak?
Simak fakta dan perkembangan informasi mengenai kabar yang ramai dibicarakan tersebut.
Baca Juga: Link CCTV Pantau Demo Hari Ini 20 Oktober 2026 di Monas dan DPR
