Kita tentu tidak ingin nilai Sumpah Pemuda lekang oleh zaman. Ikrar yang memiliki tujuan dasar menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, jangan hanya dimaknai sebagai catatan sejarah.
Penafsiran makna cinta tanah air, semangat nasionalisme, patriotisme dan kegotongroyongan, harus terus diaktualkan agar tidak terjadi lost generations.
Nilai – nilai luhur yang dikedepankan adalah mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Kepentingan sekelompok elite harus sirna, jika sudah bicara untuk kepentingan rakyat.
Baca Juga: Kopi Pagi: Ubah yang Susah jadi Mudah
Nilai – nilai ini yang harus terus diedukasi tiada henti agar senantiasa terpatri dalam sanubari setiap anak negeri, siapa pun dia. Tak terkecuali Gen Z (kelahiran 1997 -2012) yang kelak akan mengawal Indonesia Emas.
Disertai harapan, para elite dan pejabat publik yang mengedukasi nilai –nilai nasionalisme, harus lebih baik dari yang diedukasi.
Jika tidak? situasi akan berbalik, Gen Z yang akan mengedukasi para elite dan pejabat publik dengan melakukan gerakan perubahan tata kelola negara agar tetap selaras dengan nilai luhur nasionalisme, mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara di atas segalanya.
Mengubah Indonesia bukan hal yang mustahil. Dengan menguasai lebih dari separuh suara pemilu, kawula muda dapat menentukan sosok kepemimpinan periode mendatang.
Baca Juga: Kopi Pagi: Kemandirian Parpol Mendesak
Dari balik layar gadget dapat memformulasikan pemimpin masa depan, siapa figur yang layak mendapat mandat rakyat. Tentu, sosok pemimpin yang telah teruji memiliki komitmen tinggi memajukan bangsa dan negara serta menyejahterakan rakyatnya.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya menjadi momentum bagi kawula muda kian meneguhkan pengabdian tertinggi membangun negeriku, Indonesia berdaulat, adil dan makmur.
Tiada henti menebar mimpi guna meneguhkan diri meraih cita – cita tinggi menjadikan negeri yang “gemah ripah loh jinawi. tata tentrem kerta raharja “- negeri yang subur makmur, sentosa, tentram dan damai.
