Isu Karhutla Memanas, Politisi Singapura Respons Kritik M Lutfi dengan Memori Konfrontasi Indonesia

Selasa 20 Okt 2026, 17:14 WIB
Ilustrasi karhutla. (Sumber: Pexels/Vladyslav Dukhin)
Ilustrasi karhutla. (Sumber: Pexels/Vladyslav Dukhin)

"Mereka menjual komoditas mentah dari Indonesia ke perusahaan perdagangan mereka sendiri di Singapura untuk mengalihkan keuntungan ke luar negeri, merancangnya agar efisien pajak, membayar pajak penghasilan seminimal mungkin di Indonesia, sementara memarkir kekayaan mereka di Singapura,” sambungnya.

Lebih lanjut, Lutfi menantang Singapura untuk membuktikan komitmen penegakan hukum mereka yang selama ini diagung-agungkan. Ia mendesak agar Singapura berhenti bersandiwara di hadapan publik.

"Jangan menulis surat. Jangan mengirimkan peringatan. Geledah kantor mereka berdasarkan hukum Singapura," ucapnya.

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Asap Karhutla di Jakarta Perlu Dipastikan, Pemprov Diminta Siaga

Merespons hal tersebut, Cheng menyebutkan bahwa Indonesia tengah mencari kambing hitam untuk penanganan karhutla.

“Seperti biasa, pejabat Indonesia menggunakan Singapura sebagai kambing hitam, setiap kali sesuatu yang buruk terjadi. Ketika ketidakmampuan mereka menyebabkan kekacauan di Singapura dan Malaysia, mereka malah mengalihkan narasi kepada kita,” sambungnya.


Berita Terkait


News Update