Ekonomika Pancasila: Pokok-Pokok Pikiran Rizal Ramli

Rabu 16 Sep 2026, 07:39 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)

Keenam, anti KKN. Baginya, sebesar apapun ekonomi kita akan habis jika KKN tidak dibasmi. Karenanya ia kampanye juga agar terjadi efisiensi belanja dengan memototong belanja birokrasi, perjalanan dinas agar dialihkan ke kesehatan, pendidikan, infrastruktur produktif serta melaksanakan transparansi APBN agar tidak bocor ke korupsi.

Tentu saja, Rizal adalah ideolog bagi demokrasi ekonomi yang sangat antikorupsi, anti monopoli, oligopoli dan kartelisasi. Semua harus tunduk pada hukum yang adil sehingga kita harus hapus izin-izin yang membuat biaya tinggi, dan beri ruang sebesar-besarnya ke usaha rakyat.

Tentu saja, beliau adalah penulis yang sangat baik dan tajam. Rizal menulis ratusan artikel dan sekitar lima belas judul buku, baik yang sendirian maupun bersama-sama dengan koleganya. Satu dari buku yang dahsyat itu berjudul, “Globalisasi Menghempas Indonesia." Buku ini diterbitkan Pustaka LP3ES Inonesia, tahun 2006. Isinya dengan sangat keren melukiskan negeri ini sebagai negeri emas yang dihargai sangat murah oleh para elitenya karena “mental pengkhianat” yang makin merajalela.

Elite politik yang berkuasa dan dikritik bang Rizal itu lupa kaidah “ketika politik tidak bisa menyejahterakan dan mengadilkan, maka impian orang-orang miskin, bodoh dan amoral adalah menjadi penguasa yang serakah serta cabul sehingga tidak berkah.” Rizal telah berpulang, tapi pikiran dan semangatnya kami terus kembangkan. Di mazhab Tebet, semua karyanya dipelajari untuk disemai bagi Indonesia raya agar jaya serta menyemesta.

Disclaimer: Isi artikel merupakan sudut pandang pribadi penulis, tidak mewakili redaksi.


Berita Terkait


News Update