JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau panjang 2026 mulai memicu krisis air bersih bagi warga Cilandak, Jakarta Selatan. Kondisi itu membuat BPBD Jakarta mendistribusikan armada mobil tangki air gratis.
Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Selatan, Sukendar mengonfirmasi pihaknya menyiagakan armada untuk memasok kebutuhan dasar air bersih bagi warga terdampak krisis air di Cilandak Timur.
"Satu mobil tangki air bersih sudah kami turunkan hari ini untuk warga Cilandak Timur yang mengalami kekeringan. Pendistribusian akan berlangsung sampai habis waktu Magrib," kata Sukendar, Jumat, 18 September 2026.
Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan mengumumkan penghentian sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota sejak 15 September 2026 setelah intrusi air laut di Kali Angke.
Baca Juga: 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Status Awas Kekeringan Akibat El Nino
Berkurangnya debit sungai membuat kadar Total Dissolved Solids (TDS) melonjak ekstrem hingga 10.000 ppm, jauh melampaui batas aman Permenkes sebesar 300 ppm.
Guna menjaga ketersediaan pasokan air minum, PAM JAYA melakukan realokasi suplai dari sistem lain yang berlangsung maksimal 2x24 jam terhitung mulai Jumat, 18 September 2026.
Diskon Tagihan Otomatis untuk 44 Ribu Pelanggan
Sebagai bentuk tanggung jawab atas gangguan layanan sementara, PAM JAYA mengucurkan total kompensasi sebesar Rp555 juta kepada 44.872 pelanggan di sepuluh kelurahan terdampak.
Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika menjelaskan kompensasi berupa potongan tagihan 10 persen (minimal Rp10.000 dan maksimal Rp50.000) akan diperhitungkan otomatis pada tagihan bulan berikutnya.
"Kompensasi diberikan dalam bentuk potongan tagihan dan diperhitungkan secara otomatis pada tagihan bulan berikutnya. Total kompensasi yang diberikan mencapai Rp 555 juta kepada 44.872 pelanggan di sepuluh kelurahan di Jakarta," tuturnya.
