Ekonomika Pancasila: Presiden Prabowo dan Penyehatan Negara

Rabu 05 Agu 2026, 16:33 WIB
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)
Opini Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono. (Sumber: Poskota)

Oleh: Yudhie Haryono (CEO Nusantara Centre)

POSKOTA.CO.ID - Masih ingat konsep empat sehat lima sempurna dalam pola makan? Konsep ini menekankan pentingnya empat golongan makanan berupa sumber kalori untuk tenaga, protein untuk pembangun, sayur plus buah sumber vitamin, mineral untuk pemeliharaan serta susu sebagai penyempurna.

Dengan konsep ini, masyarakat yang mengonsumsinya sehat dan kuat. Dengan kesehatan prima, mereka bisa belajar, bekerja, berdoa, berwisata, berinovasi dan berinvestasi.

Mewarisi negara yang biasa saja, ada baiknya presiden Prabowo Subianto segera bekerja cerdas untuk membuatnya melenting mengejar ketertinggalannya dari negeri maju lainnya. Dalam hal ekopol dan KKN, kerja itu disebut "penyehatan negara". Menjadi negara sehat artinya: tak ada KKN, tak ada kemiskinan, tak ada pengangguran dan ketimpangan. 6 posisi cita-cita kita bersama dalam bernegara yang belum terengkuh.

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Mengokohkan Ontologi Ekopol Pancasila

Untuk menjadi negara sehat dan puncak enam posisi itu, kunci utamanya dua: merealisasikan keadilan dan kesentosaan. Keduanya pasti mimpi, cita-cita serta tujuan tatanan warganegara Indonesia merdeka. Tanpa keduanya, kita tak layak menyebut negara pancasila, negara Indonesia. Sebaliknya pantas disebut negara swasta, negara predatorian.

Kita tahu, adil artinya sama, menyamakan, setara, setimbang; menjaga hak-hak orang lain; memberikan hak kepada yang berhak menerimanya; sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak; sepatutnya; tidak sewenang-wenang; berpihak kepada yang benar; berpegang teguh pada kebenaran.

Jika keadilan diletakkan dalam perspektif Pancasila sebagai filosofi bangsa dan negara maka itu merupakan perlakuan yang adil setimbang bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang yaitu ipoleksosbudhankam. Tanpa pandang bulu, di manapun, kapanpun dan oleh siapapun.

Sedangkan sentosa artinya bebas dari segala penindasan, kejahatan, penjajahan, kesukaran dan bencana; aman dan tenteram; terbebas dari dominasi, kolonialisme lama dan baru, ancaman, tantangan, hambatan, gangguan; sejahtera lahir batin; panjang umur kebahagiaan.

Baca Juga: Ekonomika Pancasila: The Theory of Everything

Jika sentosa diletakkan dalam prespektif Pancasila sebagai dasar bangsa dan negara maka kita semua wajib membawa dan menghadirkan keadilan, kemakmuran, kedamaian, keamanan, keterlindungan dan kesentosaan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Tanpa pandang bulu, di manapun, kapanpun dan oleh siapapun.


Berita Terkait


News Update