PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus menggenjot sektor pertanian lewat pembangunan dan rehabilitasi jaringan infrastruktur air. Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan ketersediaan pasokan air bagi lahan warga sekaligus mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah.
Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan, keberhasilan pembangunan irigasi memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, legislatif, hingga masyarakat pemakai air.
"Harapan kami, irigasi yang diperbaiki dapat memberikan hasil maksimal. Semua ini membutuhkan kolaborasi agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," kata Andra saat meresmikan jaringan irigasi di Desa Tegal, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan, efektivitas infrastruktur diukur dari dampak nyata yang dirasakan rakyat. Setiap rupiah anggaran yang digelontorkan harus dipastikan berfungsi secara optimal untuk mengairi lahan pertanian warga.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang Distribusikan 407 Ribu Liter Air Bersih ke 53 Desa Terdampak Kekeringan
Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkapkan Pemprov Banten mendapat sokongan dana masif dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai kurang lebih Rp500 miliar.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan menyampaikan, dana APBD sekitar Rp48,91 miliar dialokasikan guna menangani tujuh daerah irigasi (D.I.) kewenangan provinsi dengan total panjang penanganan mencapai 6,90 km pada Tahun Anggaran 2025.
Adapun tujuh wilayah daerah irigasi yang diresmikan, di antaranya:
- Lebak: D.I. Cibinuangeun dan D.I. Cikoncang
- Pandeglang: D.I. Cisata, D.I. Cilemer, dan D.I. Cisangu Atas
- Serang: D.I. Cipari-Ciwuni
- Tangerang: D.I. Cilampe
Sinergi pembangunan dari APBD tersebut ditargetkan mampu memperluas layanan irigasi hingga 881,28 hektare lahan pertanian. Khusus untuk D.I. Cisata di Pandeglang, alokasi APBD senilai Rp8,43 miliar melingkupi pembangunan saluran beton dan pelindung tebing untuk mengairi 312 hektare lahan.
Kekuatan jaringan air di Banten kian diperkuat dengan adanya alokasi dana Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 senilai Rp471,92 miliar yang menyasar 12 daerah irigasi kewenangan provinsi sepanjang 81,80 km, dengan potensi luasan layanan mencapai 9.259 hektare. Melalui kolaborasi pendanaan pusat dan daerah ini, Pemprov Banten optimistis swasembada pangan di wilayahnya dapat segera terwujud secara berkelanjutan.
