“Tetapi itu kan insting, sebuah naluri yang tak selamanya menjadi kebenaran mutlak,” kata Heri.
“Yang bersangkutan Budi Aire juga sudah meminta maaf kepada pihak – pihak yang merasa kurang berkenan dan nyaman atas pernyataannya tersebut. Pernyataan tersebut merupakan analisis dan pendapat pribadi, tak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi),” kata Yudi.
“Maaf tak menghapus insting politik yang sudah beredar luas menjadi narasi publik. Opini pun sudah terbentuk,” kata Heri.
“Tidak juga menutupi kenyataan bahwa insting percepatan pemilu sebelum 2029 disampaikan ketika berada di dekat Jokowi. Tidak ada kaitan, tetapi keberadaan keduanya yang duduk berdampingan sudah terekam publik,” tambah mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Sidang Tahunan MPR Tidak akan Putar Musik Berjoget
“Belum lagi jika mengamati gestur politik, tentu akan beragam pandangan ada tidaknya keterkaitan. Publik bisa percaya, bisa juga tidak. Itu wajar – wajar saja, itulah dinamika politik,” kata Heri.
“Dulu juga mencuat isu akan adanya pengunduran atau penundaan pemilu, kini percepatan pemilu,” kata Yudi.
“Yang jelas sesuai jadwal konstitusional, pemilu mendatang akan digelar tahun 2029. Itu yang tidak terbantahkan,” ujar mas Bro.
