Obrolan Warteg:  Insting Politik yang Menggelitik

Kamis 27 Agu 2026, 07:04 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 27 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 27 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Lagi ramai diperbincangkan publik soal percepatan sebelum Pemilu 2029. Awalnya Ketua Umum Projo yang juga mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi yang menyinggung potensi penyelenggaraan pemilu dipercepat sebelum 2029.

Dalam potongan video yang beredar, Arie yang duduk bersebelahan dengan Jokowi dalam suatu acara, mengatakan "saya ingin sampaikan kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita Masih ngomong Pemilu 2029, tetapi kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap tidak?"

Pernyataan ini kemudian viral, beragam komentar un bermunculan dari berbagai kalangan, petinggi parpol, pengamat hingga pendapat rakyat.

Ada yang menilai bahwa pernyataan ini provokasi politik yang tidak sehat dan berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Bisa menimbulkan spekulasi, kegaduhan dan ketidakpastian politik di tengah masyarakat.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Keprihatinan di Tengah Gelora Peringatan Kemerdekaan

“Isu percepatan pemilu ini dapat menimbulkan multitafsir, tentu tergantung sudut pandang tafsir politiknya,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Kalau disebut menuai kegaduhan politik tidak terbantahkan juga, nyatanya langsung viral,” tambah Yudi.

“Kalau saya menyebutnya insting politik yang cukup menggelitik. Karena berbagai kalangan tergelitik memberikan komentar. Wajar saja karena bicara percepatan pemilu, bisa diartikan pemilu berpotensi lebih cepat, sebelum tahun 2029,” urai mas Bro.

“Tentu akan timbul pertanyaan, mengapa pemilu dipercepat sebelum waktunya, apa yang terjadi?”  kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Persaingan Elite Parpol Kian Ketat di ‘Dapil Neraka’


Berita Terkait


News Update