JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Bareskrim Polri menggeledah rumah di Jalan Cendana Golf III, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, diduga tempat pemurnian dan pengolahan emas ilegal.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan, tersangka R menunjuk rumah tersebut sebagai lokasi transaksi jual beli emas ilegal. Rumah itu juga diduga menjadi tempat tinggal seorang warga negara China berinisial GCZ yang berkaitan dengan aktivitas pengolahan emas ilegal.
"Ketika ditangkap pada saat mendarat dari Jepang di Bandara Soekarno Hatta, tersangka tersebut menunjuk sebuah rumah sebagai tempat transaksi jual beli emas ilegal," kata Irhamni dalam keterangannya yang diterima Poskota, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Irhamni, rumah di kawasan Penjaringan tersebut diduga menjadi home base pelaku warga negara China berinisial GCZ. Lokasi itu juga diduga digunakan sebagai workshop untuk pemurnian dan pengolahan emas sebelum diselundupkan ke China dengan modus menempelkan emas di sekujur tubuh atau body strapping.
Baca Juga: Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 28 Ton Timah ke Malaysia, 2 Pelaku Ditangkap
Dari lokasi, lanjut Irhamni, penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp50 juta di lantai satu dan Rp10 juta di lantai dua, dua unit laptop, dua unit iPhone, timbangan digital, grinder pembakaran, serta alat Gold Detector Operation Steps Ray 6000. Penyidik juga menemukan air soft gun beserta gas CO2 dan pelurunya, dokumen pembayaran, serta berita acara serah terima rumah antara pemilik dan penyewa berinisial Gong Jinzhong.
"Diduga TKP sebagai tempat workshop kegiatan pemurnian dan pengolahan emas ilegal jaringan penyelundupan ke China oleh warga negara asing Cina dengan cara ditempelkan di sekujur tubuh atau body strapping," ujarnya.
Bareskrim Polri akan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. Kemudian penyidik juga memburu terduga pelaku yang telah melarikan diri ke luar negeri, termasuk ke Hong Kong.
"Melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap terduga para pelaku, baik yang masih berada di Indonesia maupun yang sudah melarikan diri ke luar negeri tujuan Hongkong," ucapnya.
