“Situasi di Timur Tengah saat ini sangat dinamis dan tentu menjadi salah satu pertimbangan penting. Karena itu, kami diminta untuk menyiapkan berbagai skenario secara seksama dan memastikan seluruh langkah mitigasi risiko telah dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.
Pemerintah Siapkan Skenario Mitigasi Risiko
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah tengah merancang sejumlah skenario serta langkah mitigasi risiko untuk memastikan penyelenggaraan haji tetap berjalan aman.
Berbagai kemungkinan yang dapat terjadi telah dipertimbangkan secara matang agar pemerintah memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul.
“Kami sedang menyiapkan berbagai skenario dan langkah mitigasi risiko secara komprehensif. Semua skenario harus disiapkan dengan cermat agar pemerintah memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Skenario akan kami siapkan secara matang dan akan dibahas bersama dengan DPR” kata Dahnil.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh skenario tersebut nantinya akan dibahas secara komprehensif bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan yang transparan dan terkoordinasi.
Baca Juga: 2 Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
Imbauan Penundaan Keberangkatan Umrah
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap perjalanan ibadah umrah dalam waktu dekat. Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menunda keberangkatan sementara waktu.
Imbauan ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang meminta masyarakat mempertimbangkan kondisi keamanan di kawasan tujuan.
“Untuk jemaah umrah, mengikuti saran dari Kementerian Luar Negeri, kami mengimbau masyarakat yang berencana berangkat umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga situasi lebih kondusif,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang penuh kehati-hatian serta persiapan yang matang, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat tetap berlangsung dengan aman, tertib, serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.
