2 Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari  Zona Konflik Timur Tengah

Rabu 11 Mar 2026, 12:45 WIB
Dua kapal Pertamina berhasil keluar dari zona konflik Timur Tengah. (Sumber: PT Pertamina International Shipping)

Dua kapal Pertamina berhasil keluar dari zona konflik Timur Tengah. (Sumber: PT Pertamina International Shipping)

POSKOTA.CO.ID - PT Pertamina Internasional Shipping memastikan dua dari empat kapal yang sedang beroperasi di kawasan Timur Tengah  berhasil keluar dari area konflik.

Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menjelaskan masih terdapat dua kapal milik PIS yang berada di kawasan Teluk Arab, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

"Dari 4 unit kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ucap dia dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Vega mengungkapkan kedua kapal yang sempat tertahan saat ini masih menunggu kondisi keamanan yang memungkinkan untuk keluar dari Selat Hormuz.

Adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam mengemban misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi juga tetap solid, baik di perairan internasional atau perairan Indonesia yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya.

Berkoordinasi dengan pemerintah, Pertamina Group menerapkan metode Regular, Alternative and Emergency dalam menentukan metode rantai pasok yang paling efektif dan aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar.

Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Diplomasi dan Alihkan Impor Minyak ke AS


Berita Terkait


News Update