Puasa qadha tidak harus dilakukan secara berurutan. Umat Islam diperbolehkan menggantinya secara terpisah atau sekaligus, sesuai kemampuan, selama jumlah hari yang ditunaikan sama dengan puasa yang ditinggalkan.
Namun, satu hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah niat. Untuk puasa wajib, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Baca Juga: Guru Terduga Pelaku Asusila di SD Tangsel Dinonaktifkan
Bacaan Niat Puasa Ganti (Qadha) Ramadan
Berikut bacaan niat qadha puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Jangan Menunda Tanpa Alasan Syar’i
Meski diperbolehkan hingga bulan Sya’ban, menunda qadha puasa tanpa uzur syar’i hingga masuk Ramadan berikutnya hukumnya haram dan berdosa.
Pelakunya tetap wajib qadha serta dikenai kewajiban membayar fidyah sebagai bentuk tanggung jawab ibadah.
Mumpung masih berada di awal bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan segera mengevaluasi catatan ibadah dan menyelesaikan utang puasa agar dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih tenang. Wallahu a‘lam bish-shawab.
