Milangka ke-42 Desa Girimulya Cianjur, Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Apresiasi Harmoni Alam dan Budaya Kesundaan

Senin 19 Jan 2026, 15:04 WIB
Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim menyampaikan sambutan di acara perayaan Milangka atau Hari Jadi ke-42 Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim menyampaikan sambutan di acara perayaan Milangka atau Hari Jadi ke-42 Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim, menghadiri perayaan Milangka atau Hari Jadi ke-42 Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu, 17 Januari 2026.

Bertemakan "Ngamumule Tatanen, Ngarumat Budaya", acara tersebut bermakna melestarikan bumi sekaligus memperkuat budaya kesundaan. Abdul Karim menilai tema itu sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menitikberatkan pada pelestarian alam dan kebudayaan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Desa Girimulya memiliki filosofi yang kuat, yakni Saluyu, Sahate, Sapamadegan. Ini mencerminkan jati diri orang Sunda yang rukun, satu hati, dan satu tujuan dalam menjaga alam serta melestarikan budaya,” kata Abdul Karim dalam sambutannya.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur ini mengapresiasi kekompakan seluruh masyarakat Desa Girimulya yang terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, kebudayaan Cianjur yang berlandaskan tiga pilar, yakni Ngaos, Mamaos, dan Maenpo, harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

Baca Juga: Listrik Mati Hingga 7 Hari di Indonesia? Ini Persiapan Penting dan Tips Bertahan Hidup yang Wajib Diketahui

“Pelestarian budaya bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Apa yang dilakukan Desa Girimulya patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Jawa Barat,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Perayaan Milangka ke-42 Desa Girimulya turut dimeriahkan dengan karnaval desa yang menampilkan ragam budaya dan kreativitas warga. Selain itu, acara juga diisi dengan makan bersama 1.000 kastrol liwet yang diolah dari hasil bumi Desa Girimulya.

Abdul Karim mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata rasa syukur masyarakat atas kekayaan alam yang dimiliki desa. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud kebersamaan dan penghormatan terhadap alam yang telah memberi kehidupan,” ujarnya.

Ia berharap semangat menjaga alam dan merawat budaya yang ditunjukkan masyarakat Desa Girimulya dapat terus terjaga dan menjadi penguat identitas budaya Sunda di Kabupaten Cianjur maupun Jawa Barat secara umum.


Berita Terkait


News Update