POSKOTA.CO.ID - PT Agrinas Pangan Nusantara sebelumnya mengundang sejumlah produsen otomotif yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia untuk berdiskusi terkait pengadaan kendaraan pick up dalam program Koperasi Desa Merah Putih.
Program ini direncanakan membutuhkan kendaraan dalam jumlah besar untuk mendukung operasional koperasi di berbagai daerah.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan beberapa produsen otomotif besar, termasuk Toyota.
Namun, tidak semua perusahaan dapat memenuhi permintaan pengadaan kendaraan tersebut.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Resmikan Koperasi Samawa Akar Nusantara: Motor Baru Ekonomi Desa
Menurut Joao, salah satu kendala utama yang muncul dalam proses pembahasan adalah terkait kapasitas produksi dan kesesuaian harga kendaraan.
“Yang menjadi isu utama kan kami membeli dalam jumlah yang besar. Jadi kami menawarkan membeli secara bulk atau secara gelondongan. Seharusnya kami bisa diberikan harga yang lebih ekonomis agar lebih efektif dan bisa memenuhi anggaran,” ujar Joao.
Toyota Akui Belum Bisa Penuhi Permintaan
Menanggapi hal tersebut, pihak Toyota membenarkan bahwa diskusi dengan Agrinas memang sempat berlangsung. Namun hingga saat ini, perusahaan belum dapat memenuhi permintaan pengadaan kendaraan pick up untuk program tersebut.
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang belum menemukan titik temu antara kedua pihak, terutama terkait jenis kendaraan dan harga yang diharapkan.
Baca Juga: 112 Orang Ikut Pelatihan Koperasi Merah Putih di Kantor Wali Kota Jakbar
“Kenapa keputusannya kita tidak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan dan harga. Itu kita belum menemukan titik temu. Kalau masalah production capacity, sebenarnya masih bisa didiskusikan secara bertahap,” kata Ernando.
