Pelemahan Rupiah Dinilai Sementara, Diprediksi Menguat Dua Pekan ke Depan, Ini Keyakinan Menkeu Purbaya

Rabu 14 Jan 2026, 16:23 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber: Instagram/@purbayayudhi.official)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber: Instagram/@purbayayudhi.official)

POSKOTA.CO.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik. Namun, Menteri Keuangan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.

Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.

Purbaya menyebut tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan sejalan dengan dinamika global. Ia optimistis, penguatan nilai tukar akan terjadi secara alami seiring perbaikan kinerja ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor.

Baca Juga: Tekan Rokok Ilegal, Menkeu Purbaya Siapkan Layer Baru Tarif Cukai untuk Kejar Penerimaan Negara

Dasar Ekonomi Dinilai Masih Kuat

Menurut Purbaya, perbaikan kondisi ekonomi domestik akan menjadi faktor utama penguat rupiah. Ketika pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan tren positif, aliran modal asing diyakini akan kembali masuk ke Indonesia.

“Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah menguat juga, hampir otomatis,” ujar Purbaya saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa investor global cenderung menempatkan dananya di negara dengan prospek pertumbuhan tinggi dan stabil. Dalam konteks ini, Indonesia masih dinilai sebagai tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan Ekonomi Tetap Terkendali

Proyeksi Pertumbuhan Dorong Optimisme Investor

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 berada di kisaran 5,45 persen. Purbaya optimistis, laju pertumbuhan tersebut dapat terus meningkat pada periode berikutnya dan mendekati level 6 persen pada 2026.

Dengan proyeksi tersebut, kepercayaan investor diyakini akan semakin menguat. Arus modal asing yang masuk tidak hanya menopang nilai tukar rupiah, tetapi juga mendorong aktivitas investasi dan ekspansi usaha di dalam negeri.

“Pondasi kita kuat, karena modal akan masuk ke sini,” tegas Purbaya.

Rupiah Diproyeksi Menguat dalam Dua Pekan


Berita Terkait


News Update