Cemburu Berujung Maut, Pria di Bekasi Cekik Istri Siri hingga Tewas

Selasa 13 Jan 2026, 18:10 WIB
Seorang pria bernama Ahmad Riansah, 29 tahun mengakui telah menghabisi nyawa istri sirinya berinisial SM, 23 tahun, di sebuah kamar kos yang berada di Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. (Sumber: Dok. Polda Metro Jaya)

Seorang pria bernama Ahmad Riansah, 29 tahun mengakui telah menghabisi nyawa istri sirinya berinisial SM, 23 tahun, di sebuah kamar kos yang berada di Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. (Sumber: Dok. Polda Metro Jaya)

BEKASI SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Terungkap alasan dibalik pembunuhan seorang istri siri oleh suaminya di Bekasi, ternyata karena cemburu. Hal ini diketahui dari sebuah video yang diterima Poskota pada Selasa, 13 Januari 2026.

Ahmad Riansah (29) mengaku telah menghabisi nyawa istri sirinya berinisial SM (23) di sebuah kamar kos yang berada di Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, pada Rabu, 7 Januari 2026 lalu.

Adapun peristiwa berdarah tersebut dipicu pertengkaran antara pelaku dengan korban. Kejadian bermula ketika pelaku demam dan merasa tidak enak badan.

Ia kemudian menghubungi korban meminta agar segera pulang dari tempat kerjanya. Namun permintaan tersebut ditolak oleh SM karena khawatir mendapat sanksi dari tempat ia bekerja akibat sering mengajukan izin.

Baca Juga: 53 KK di Tangerang Terdampak Banjir Luapan Sungai Cimanceuri

“Saya bilang, kamu bisa pulang cepat nggak? Soalnya saya lagi nggak enak badan. Terus dia bilang, ‘nggak bisa soalnya saya izin terus takut dipecat’,” ucap Ahmad, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.

Setelah itu, keduanya terlibat cekcok melalui sambungan telepon, sebelum korban akhirnya kembali ke kamar kos sekitar tengah malam dengan membawa makanan.

Pertengkaran kembali memanas keesokan harinya setelah pelaku menuduh korban masih berkomunikasi dengan tamu di tempat kerjanya.

Selain itu, Ahmad mengaku sempat menyadap percakapan WhatsApp korban dan merasa tersinggung setelah menemukan pesan yang belum terhapus. Ia juga menyebut hubungan mereka tidak mendapat restu dari orang tua korban, sehingga selama ini keduanya kerap berpindah-pindah tempat tinggal.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta, DPRD Soroti Kesiapan Pemprov Hadapi Cuaca Ekstrem

“Memang hubungan saya itu kata orang tuanya nggak ini lah. Jadi kita tinggal di Bandung juga ngumpet-ngumpet dari orang tuanya,” kata Ahmad.

Puncak pertengkaran terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00-08.30 WIB. Ahmad mengaku mencekik korban hingga tidak bernyawa.

Setelah kejadian tersebut, ia sempat berada di dalam kamar kos bersama korban selama kurang lebih setengah jam sebelum akhirnya pergi. Ia mengaku meninggalkan lokasi untuk menenggak minuman keras karena merasa frustrasi. 

Dari pengakuannya, korban sudah meninggal dunia ketika ditinggalkan di dalam kamar kos. Pelaku kembali ke lokasi untuk mengakhiri hidupnya dengan cara meneguk cairan pembersih lantai, namun upayanya tersebut gagal karena mengalami muntah-muntah.

Baca Juga: Kasus Penusukan Tukang Cilok di Kembangan Bermula dari Masalah Sepele, Pelaku Kesal Kerap Disenggol Saat Tidur

"Makanya saya beli wipol, apa namanya? Beli cairan itu. Nah, udah gitu, saya minum segelas kecil. Nggak dapet setengah jam, malah saya muntah-muntah," jelas Ahmad.

Setelah percobaan bunuh diri itu, Ahmad mengambil pakaian dan meninggalkan kamar kos. Ia juga mengakui membawa sejumlah uang milik korban, yakni saldo rekening sekitar Rp2,5 juta serta uang tunai Rp300 ribu yang dipindahkan ke rekening pribadinya.

Ahmad sendiri ditangkap di Kampung Sanding, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu, 11 Januari 2026 malam. Saat ini pihak kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan serta pendalaman kasus lebih lanjut. (man)


Berita Terkait


News Update