KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Kasus penusukan tukang cilok yang dilakukan temannya sendiri di Kembangan, Jakarta Barat ternyata berawal dari masalah sepele.
Ketua RT 04 RW 06 Kelurahan Kembangan Utara, Haris, mengatakan pelaku merupakan penghuni baru sementara korban penghuni lama. Keduanya berprofesi sebagai tukang cilok dengan bos yang sama.
Dikatakan Haris, sebelum kejadian penusukan terjadi, keduanya sempat ribut karena korban merasa tidak nyaman lantaran kakinya kerap disenggol-senggol saat tidur.
Sementara itu, rumah kontrakan dua petak tersebut diketahui ditinggali lima orang yang semuanya merupakan pedagang cilok yang menggunakan gerobak kecil.
Baca Juga: Polisi bersama Warga Berhasil Cegah Tawuran Geng Motor di Wilayah Cakra Limo Depok
"Pelaku ini orang baru. Kalau korban itu yang sudah lama istilahnya, punya lah di sini. Atau ketua kosnya di sini. Jadi, sebelumnya, 3 hari sebelum kejadian ya. Jadi, dia itu merasa terusik ketika tidur, itu kaki si pelaku nyentuh-nyentuh kaki korban," kata Haris saat ditemui, Selasa, 13 Januari 2026.
Haris sendiri tidak nengetaui secara pasti alasan korban kerap menyenggol kaki pelaku saat sedang tidur itu. Namun ia menduga karena memang dialam bawah sadar.
"Jadi, satu ruangan kecil itu berlima, dia tidur numpuk. Karena di ruang depannya ditaruh gerobak, di tengahnya itu dia tidur berlima setelah berdagang. Biasanya itu mah, kumpul-kumpul kayak gitu. Nah, kemungkinan disitu merasakan risih kali si korban," kata Haris.
"Wallhualam, jadi yang namanya orang tidur, ya kan di luar kesadaran. Ada yang ngorok, namanya beramai-ramai satu ruangan," tambahnya.
Baca Juga: 53 KK di Tangerang Terdampak Banjir Luapan Sungai Cimanceuri
Namun tiga hari sebelum kejadian, Haris mengungkapkan pelaku sempat melapor kepada dirinya telah mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari korban.
