Obrolan Warteg: Berpikir Global, Berperilaku Lokal

Selasa 06 Jan 2026, 08:50 WIB
Obrolan Warteg tentang penangkapan Presiden Venezuela. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Obrolan Warteg tentang penangkapan Presiden Venezuela. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

POSKOTA.CO.ID - Serangan AS ke Venezuela hingga penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores dikecam dunia. Rusia, China, Brasil, Spanyol hingga Uni Eropa mendesak AS segera membebaskan keduanya.

Lakukan penyelesaian melalui dialog, bukan dengan intervensi dan agresi militer Begitu komentar pemimpin dunia yang mengecam tindakan AS. Namun, tidak demikian dengan sekutunya.

“Kalau sekutu lazimnya akan membela.Namanya juga sekutu, bisa diartikan berkawan, rekanan, gabungan atau berserikat” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Jauh banget ceritanya sampai ke Venezuela, negara yang berada paling ujung utara Amerika Selatan,” protes Yudi.

Baca Juga: Aset Migas Pertamina di Venezuela Jadi Sorotan di Tengah Ketegangan AS dan Caracas, Bagaimana Kondisinya?

“Ini bukan soal jauh dan dekat, tetapi kita perlu berpikir secara global. Agresi militer ini juga mengindikasikan ketidakpastian situasi global,” ucap Heri.

“Boleh berpikir global, tetapi perilaku kita jangan lantas ikut-ikutan global. Kita harus tetap bersikap dan berperilaku dengan mengedepankan adat budaya bangsa kita , bukan bangsa lain. Bukan serba ke asing-asingan, barat-baratan agar terkesan modern,” ujar mas Bro.

“Setuju Bro. Berpikir global agar kita setidaknya memahami situasi yang sedang terjadi di dunia, dan kemungkinan efeknya bagi negeri kita. Meski peristiwanya jauh di sana, tapi dapat berdampak buruk kepada kita,” timpal Heri.

“Kalau soal dampak dunia, itu sudah urusan negara bagaimana mendeteksi dan mengantisipasinya, kita rakyat kecil tahu apa,” ujar Yudi.

Baca Juga: Rusia Kecam Keras Operasi Militer AS di Venezuela, Desak Pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan Istrinya

“Sebagai warga negara yang baik nggak boleh bersikap masa bodoh, kita harus peduli kepada negerinya. Coba kalau negara kita terancam oleh negara lain, apa harus diam saja,” tutur Heri.


Berita Terkait


News Update