POSKOTA.CO.ID - Umat Islam di Indonesia pun mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 2026 ini dengan penuh semangat, termasuk menjaga pola makan sehat saat sahur agar tubuh tetap kuat sepanjang hari.
Sahur menjadi waktu makan yang sangat penting karena menjadi sumber energi terakhir sebelum menjalani puasa sekitar 12 hingga 13 jam. Pilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga stamina, konsentrasi, serta keseimbangan cairan tubuh selama beraktivitas.
Sayangnya, masih banyak orang yang memilih menu sahur secara praktis tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Padahal, beberapa jenis makanan justru dapat membuat tubuh lebih cepat haus, lapar, bahkan lemas saat puasa berlangsung.
Baca Juga: Siapa Ustadz Felix Siauw? Ini Profil, Biodata, Karier Dakwah, dan Perjalanan Mualafnya
Mengapa Menu Sahur Berpengaruh pada Tubuh Saat Puasa?
Menu sahur memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan gula darah, metabolisme tubuh, serta daya tahan selama berpuasa. Makanan tinggi gula, garam, atau kafein memang memberi energi cepat, tetapi efeknya tidak bertahan lama.
Lonjakan energi yang terlalu cepat biasanya diikuti penurunan drastis sehingga tubuh menjadi mudah lelah. Selain itu, makanan tertentu juga dapat mempercepat kehilangan cairan sehingga rasa haus datang lebih awal sebelum waktu berbuka. Karena itu, penting mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari saat sahur.
Baca Juga: 5 Jenis Olahraga yang Dapat Dilakukan Saat Puasa Ramadhan, Anti Capek dan Haus
7 Menu Sahur yang Harus Dihindari
- Minuman Manis dan Tinggi Gula
Teh manis atau minuman bergula sering menjadi pilihan praktis saat sahur. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat lalu turun drastis.
Akibatnya tubuh terasa lemas, mengantuk, dan lapar lebih awal. Selain itu, teh memiliki efek diuretik ringan yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Alternatif yang lebih sehat adalah air putih, susu rendah gula, atau infused water.
- Makanan Tinggi Garam
Ikan asin, telur asin, kerupuk, makanan kaleng, hingga makanan instan mengandung natrium tinggi yang memicu rasa haus berlebihan saat puasa. Garam membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar natrium. Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur, rasa haus bisa muncul sejak pagi hari.
- Makanan Pedas Berlebihan
Makanan pedas memang menggugah selera, tetapi dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini berisiko menimbulkan mulas, gangguan pencernaan, hingga diare. Gangguan pencernaan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat sehingga puasa terasa lebih berat.
- Kopi dan Minuman Berkafein
