"Kondisi rumah ayah saya hingga kini masih rawan, terutama saat hujan turun. Bagian dapur yang sebelumnya sudah retak kini hanya ditopang tiang kayu darurat," katanya.
Odah menyebutkan, setiap musim hujan wilayah itu memang kerap mengalami retakan tanah. Namun warga tidak menyangka retakan tersebut berujung longsor besar.
"Hampir setiap musim hujan tanahnya retak-retak sedikit. Kirain enggak sampai runtuh," ujarnya.
Hingga kini, Odah mengaku belum ada kunjungan maupun bantuan dari pemerintah atau instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Belum ada dari pemerintah. Yang datang cuma tetangga-tetangga. Mudah-mudahan ada perhatian, minimal dicek dulu kondisinya," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lebak, Irman Utharman, membenarkan adanya laporan longsor di Kampung Cibenyer Tengah, Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik.
"Memang ada laporan yang masuk ke kami kemarin. Saat ini tim sedang melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi dan dampaknya," tandasnya.
