CILEGON, POSKOTA.CO.ID – Motif ekonomi menjadi faktor dominan dalam kasus kejahatan serius di wilayah hukum Polres Cilegon, Polda Banten, yang dilakukan AH, 31 tahun, warga Palembang, Sumatera Selatan.
Pelaku tega menghabisi nyawa bocah laki-laki berusia 9 tahun, putra politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Maman Suherman.
Korban ditemukan tewas di dalam rumahnya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon, pada Selasa, 16 Desember 2025.
Sementara pelaku ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten dan Satreskrim Polres Cilegon pada Jumat, 2 Januari 2026.
“Pelaku pembunuhan berinisial AH diketahui nekat menghabisi nyawa korban akibat tekanan ekonomi yang berat,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin, 5 Januari 2026.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Keluarga Maman Suherman Politikus PKS, Anak 9 Tahun Tewas Secara Tragis
Dian menegaskan motif ekonomi menjadi temuan utama dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Pelaku melakukan perbuatannya dengan tujuan mendapatkan uang untuk melunasi utang, setelah mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, AH awalnya memiliki modal Rp400 juta yang digunakan bersama istrinya untuk bermain kripto. Dari modal tersebut, pelaku sempat meraih keuntungan hingga Rp4 miliar.
Namun, karena tidak merasa puas, pelaku kembali menginvestasikan seluruh keuntungan tersebut hingga akhirnya mengalami kerugian besar.
Pelaku diketahui merupakan pegawai aktif di salah satu perusahaan besar di Kota Cilegon dan mengontrak rumah di wilayah Citangkil selama bekerja di daerah tersebut.
