Dalam operasi ini, AS menggunakan amunisi penghancur bunker untuk menargetkan fasilitas yang diperkuat, serta mengerahkan helikopter dan kendaraan udara tak berawak (UAV) guna mendukung operasi lanjutan di kawasan perkotaan.
Trump menyebut Maduro dan Cilia Flores kini berada di atas kapal menuju Amerika Serikat.

“Mereka akan dibawa ke New York, dan setelah itu akan diputuskan langkah hukum selanjutnya, kemungkinan antara New York atau Florida,” ujar Trump kepada wartawan.
Trump menegaskan pemerintah AS memiliki bukti kuat untuk dibawa ke pengadilan.
Ia menyatakan Maduro dan istrinya telah didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan menjalankan kampanye “narkoterorisme” yang merugikan Amerika Serikat dan warganya.
Ketegangan AS dan Venezuela Memanas
Hubungan Washington dan Caracas memang memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Selama tiga bulan terakhir, AS meningkatkan operasi militernya di kawasan Karibia dan Pasifik timur dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.
Militer AS mengklaim telah melakukan lebih dari 30 serangan terhadap kapal yang diduga mengangkut narkotika, dengan jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 110 orang.
Baca Juga: Elon Musk Dirikan Partai Politik Baru untuk Lawan Kebijakan Donald Trump: America Party
Serangan terbaru terjadi pekan lalu, ketika dua kapal dihantam dan menewaskan lima orang.
Trump menuding pemerintahan Maduro menjalankan “negara narkoba” dan memanipulasi proses pemilu.
Maduro dituduh terlibat dalam penyelundupan kokain ke AS selama lebih dari dua dekade dengan dukungan kartel dan kelompok bersenjata regional.
Di sisi lain, pemerintah Venezuela secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut.
