JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Perkembangan teknologi kendaraan listrik kembali mencuri perhatian global. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Donut Lab, mengklaim telah mencapai tahap penting dalam pengembangan baterai solid-state yang selama ini dianggap sebagai “holy grail” industri elektrifikasi.
Donut Lab menyatakan bahwa baterai solid-state buatannya sudah siap diproduksi massal dan digunakan secara komersial. Teknologi ini bahkan diklaim mampu melakukan pengisian daya super cepat, hanya dalam waktu lima menit.
Mengutip laporan InsideEVs, Donut Lab bukan pemain baru di dunia kendaraan listrik. Perusahaan ini sebelumnya dikenal lewat teknologi motor listrik tanpa hub yang terintegrasi di roda, yang digunakan pada produk Verge Motorcycles.
Kini, Donut Lab mengklaim telah memproduksi sel dan modul baterai solid-state tanpa elektrolit cair pada skala gigawatt-hour. Artinya, teknologi ini bukan lagi sekadar prototipe laboratorium, melainkan siap dipasok ke produsen global.
Baca Juga: Mitsubishi Kasih Kode Keras, Montero Legendaris Siap Bangkit?
Sebagai pembuktian di dunia nyata, Verge Motorcycles memastikan model terbarunya, Verge TS Pro, akan menjadi kendaraan listrik produksi massal pertama yang menggunakan baterai solid-state dari Donut Lab. Motor listrik tersebut dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada kuartal pertama tahun ini.
Dari sisi spesifikasi, baterai solid-state Donut Lab diklaim menawarkan keunggulan signifikan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Mulai dari bobot yang lebih ringan, tingkat keamanan lebih tinggi, kepadatan energi besar, hingga usia pakai yang jauh lebih panjang.
Donut Lab menyebut baterai ini memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg. Selain itu, baterai tersebut diklaim mampu diisi penuh dalam waktu lima menit dan tetap mempertahankan performa optimal hingga 100.000 siklus pengisian, tanpa perlu membatasi pengisian di level 80 persen.
Baca Juga: Mobil Nissan Tekton Muncul Lewat Teaser, Siap Goyang Pasar SUV Kompak
Keunggulan lain terletak pada stabilitas performa di kondisi ekstrem. Donut Lab mengklaim baterainya mampu mempertahankan lebih dari 99 persen kapasitas pada rentang suhu -30 derajat Celsius hingga 100 derajat Celsius.
