GROGOL PETAMBURAN, POSKOTA.CO.ID - Harga cabai rawit ijo di pasar tradisional Jakarta mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tak hanya itu, harga daging ayam yang masih tinggi setelah momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikeluhkan masyarakat.
Diketahui, sebagian jenis cabai harganya berangsur menurun yang sebelumnya menyentuh harga Rp120 ribu pada saat Nataru. Tetapi, untuk jenis cabai rawit ijo harganya naik signifikan sejak seminggu lalu dan dijual sekira Rp80-90 ribu.
Ida, pedagang pasar mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga cabai rawit ijo. Tetapi, ia menduga kenaikan harga terjadi akibat adanya permintaan dan juga berkaitan dengan gagal panen petani.
"Kalau harga naik biasanya karena petani gagal panen," kata Ida kepada Poskota pada Selasa, 6 Januari 2026.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Tradisional Jakbar Menurun, Pedagang Mulai Tambah Stok
Sedangkan harga ayam di pasar masih tinggi. Pedagang daging ayam di Pasar Tomang Barat, Eka Saputra menuturkan belum ada penurunan harga.
Ia pun tak mengetahui apa penyebab harga daging ayam tak kunjung turun. Sebab, harga dari peternak masih tinggi.
"Masih tinggi harganya, sekilo untuk ayam fillet masih Rp55 ribu per kilogram, ada juga yang Rp50 ribu per ekor, ada yang Rp55 ribu, tergantung ukuran" kata Eka.
Jerit Pedagang Alami Penurunan Omset

Pedagang ayam penyet yang menyajikan sambel ijo, Musayemi mengaku terpaksa harus tetap menyajikan menu jualannya tanpa menaikkan harga.
Baca Juga: Harga Cabai di Jakarta Mulai Stabil, Rawit Merah Rp80 ribu per Kg
Pria yang akrab disapa Musa itu, berjualan di depan stasiun Kebayoran Lama dan mengeluhkan harga bahan baku yang tinggi.
