Tantri Kotak Kena Cancel Culture karena Apa? Ini Kronologi Pernyataannya yang Tuai Hujatan

Minggu 08 Nov 2026, 19:36 WIB
Tantri Kotak kena cancel culture usai unggahannya tentang Jokowi viral di Threads. (Sumber: Instagram/@tantrisyalindri)
Tantri Kotak kena cancel culture usai unggahannya tentang Jokowi viral di Threads. (Sumber: Instagram/@tantrisyalindri)

POSKOTA.CO.ID - Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya di media sosial Threads memicu kontroversi dan menuai kritik.

Unggahan yang awalnya hanya berupa tanggapan singkat terhadap sebuah video viral justru berkembang menjadi polemik panjang.

Bahkan, muncul seruan boikot terhadap band Kotak hingga Tantri ramai disebut terkena cancel culture oleh pengguna media sosial.

Tantri kemudian memberikan penjelasan melalui sejumlah unggahan lanjutan di Threads.

Ia juga menghapus utas yang sebelumnya menjadi sumber kontroversi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih luas.

Lantas, apa sebenarnya isi pernyataan Tantri yang memicu hujatan? Simak kronologi lengkap kontroversi Tantri Kotak hingga muncul seruan boikot terhadap bandnya.

Baca Juga: Live Skor Hasil Java United vs Persib Bandung Malam Ini, Cek Update Gol Terbarunya

Tantri Kotak Kena Cancel Culture karena Apa?

Polemik yang menyeret nama Tantri Syalindri bermula ketika dirinya memberikan tanggapan terhadap video viral Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Dalam video yang beredar di media sosial, Jokowi terlihat membungkuk untuk mengambil dan merapikan dokumen ijazah yang berada di lantai.

Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya menghadiri persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.

Rekaman itu kemudian menjadi bahan perbincangan warganet. Berbagai komentar bermunculan, mulai dari tanggapan mengenai gestur Jokowi hingga pandangan masyarakat terhadap situasi yang terjadi dalam persidangan.

Perempuan berusia 37 tahun itu pun mengungkapkan rasa sedih setelah melihat momen Jokowi mengambil dokumen yang terjatuh.

"Kok sedih ya liatnya, sehat selalu. Allah mboten sare," tulis Tantri di akun Threadsnya.

Unggahan tersebut kemudian menuai reaksi beragam. Sejumlah warganet mempertanyakan sikap Tantri yang dinilai menunjukkan simpati kepada Jokowi.

Situasi inilah yang membuat Tantri ramai disebut terkena cancel culture.

Istilah tersebut merujuk pada fenomena ketika seseorang mendapatkan tekanan atau penolakan publik akibat pernyataan maupun tindakan yang dianggap kontroversial.

Baca Juga: Link Live Streaming Java United vs Persib Bandung Hari Ini, Main Pukul 19.00 WIB

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Tantri Kotak

Setelah unggahannya menjadi bahan perdebatan, Tantri akhirnya mengambil langkah untuk menghapus utas yang sebelumnya memicu kontroversi.

Pelantun lagu Beraksi itu kemudian memberikan penjelasan melalui unggahan lanjutan di Threads.

Tantri menyebut adanya kesalahpahaman terhadap maksud pernyataannya sehingga memilih menghapus unggahan tersebut agar tidak semakin berkembang menjadi polemik.

"Baru lihat postingan terakhir, kok jadi salah kaprah. Daripada disalahartikan, menjadi gorengan, menjadi bahan dan sumber dosa yang padahal bukan ke arah manapun dan siapa pun. Saya hapus saja utasnya. Biar adem ayem semua," tulis Tantri, seperti dikutip pada Miinggu, 8 November 2026.

Selain menjelaskan alasan menghapus unggahannya, dia juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya tidak peduli terhadap persoalan kemanusiaan dan kebakaran hutan serta lahan.

Menurutnya, pesan mengenai kemanusiaan, kerusakan lingkungan, hingga tindakan oknum yang merugikan masyarakat kerap disampaikan dalam penampilan mereka di atas panggung.

Pihaknya mengingatkan bahwa aktivitas bermusik Kotak tidak hanya berfokus pada hiburan.

"Setiap panggungan Kotak kami berbicara tentang kemanusiaan, kebakaran lahan, kejahatan oleh para oknum. Semoga meluruskan narasi yang tersebar," ungkapnya.

Tantri turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi masyarakat dan persoalan ketidakadilan.

Ia mengaku sebagai bagian dari masyarakat yang juga merasakan dampak tindakan oknum yang dinilai merugikan rakyat.

"Saya rakyat, saya pun didzalimi oleh oknum yang menyengsarakan rakyat. Semoga Indonesia membaik," sambungnya.

Lebih lanjut, kata dia, dirinya tidak memiliki maksud untuk memancing perdebatan maupun menciptakan polemik melalui komentar singkat yang sebelumnya diunggah di Threads.

"Enggak ada maksud memancing, kalau memang arah narasi yang tertangkap demikian. Saya minta maaf ya," tuturnya.

Tantri kemudian kembali menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membela maupun berpihak kepada siapa pun dalam polemik yang berkembang.

"Sabar, saya enggak bela siapa-siapa. Sudah ya," tegasnya.


Berita Terkait


News Update