Gagal Manuver Ambil Air, Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu 08 Nov 2026, 14:48 WIB
Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma yang tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 November 2026. (Sumber: BNPB)
Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma yang tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu, 8 November 2026. (Sumber: BNPB)

POSKOTA.CO.ID – Sebuah helikopter pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jenis Eurocopter EC225LP Super Puma jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu, 8 November 2026.

Helikopter yang sedang mengemban misi pengeboman air (water bombing) tersebut mendadak hilang kendali sebelum akhirnya terhempas ke sungai.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi insiden yang terjadi di perairan sekitar Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan tersebut. Meski armada mengalami kecelakaan cukup hebat, seluruh personel penerbangan berhasil menyelamatkan diri.

"Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut membawa tiga orang kru penerbangan. Berdasarkan laporan awal, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi selamat," kata Berton dalam keterangan resminya, Minggu.

Baca Juga: Terjun Langsung ke Jalan, Aksi Berani Sherina Munaf di Women's March Soroti Isu Karhutla

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar di masyarakat, helikopter terlihat mulai hilang kendali saat melakukan manuver usai mengambil air dari sungai menggunakan bambi bucket. Tak lama berselang, pesawat oleng dan jatuh merosot ke badan Sungai Barito.

Secara teknis, helikopter bernomor seri MSN 2878 ini merupakan milik perusahaan swasta yang disewa oleh BNPB khusus untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla lewat udara. Selama masa kontrak, armada ini aktif bergerak melayani rute operasi penanggulangan bencana di wilayah Banjarmasin, Pontianak, hingga Surabaya.

Terkait pemicu pasti kecelakaan, pihak BNPB menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya armada udara tersebut. Saat ini, tim gabungan masih berada di lokasi untuk menghimpun data dan kronologi lengkap.

"Saat ini, tim terkait masih bersiaga di lapangan. Laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang," tutur Berton.


Berita Terkait


News Update