Perempuan berusia 37 tahun itu pun mengungkapkan rasa sedih setelah melihat momen Jokowi mengambil dokumen yang terjatuh.
"Kok sedih ya liatnya, sehat selalu. Allah mboten sare," tulis Tantri di akun Threadsnya.
Unggahan tersebut kemudian menuai reaksi beragam. Sejumlah warganet mempertanyakan sikap Tantri yang dinilai menunjukkan simpati kepada Jokowi.
Situasi inilah yang membuat Tantri ramai disebut terkena cancel culture.
Istilah tersebut merujuk pada fenomena ketika seseorang mendapatkan tekanan atau penolakan publik akibat pernyataan maupun tindakan yang dianggap kontroversial.
Baca Juga: Link Live Streaming Java United vs Persib Bandung Hari Ini, Main Pukul 19.00 WIB
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Tantri Kotak
Setelah unggahannya menjadi bahan perdebatan, Tantri akhirnya mengambil langkah untuk menghapus utas yang sebelumnya memicu kontroversi.
Pelantun lagu Beraksi itu kemudian memberikan penjelasan melalui unggahan lanjutan di Threads.
Tantri menyebut adanya kesalahpahaman terhadap maksud pernyataannya sehingga memilih menghapus unggahan tersebut agar tidak semakin berkembang menjadi polemik.
"Baru lihat postingan terakhir, kok jadi salah kaprah. Daripada disalahartikan, menjadi gorengan, menjadi bahan dan sumber dosa yang padahal bukan ke arah manapun dan siapa pun. Saya hapus saja utasnya. Biar adem ayem semua," tulis Tantri, seperti dikutip pada Miinggu, 8 November 2026.
Selain menjelaskan alasan menghapus unggahannya, dia juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya tidak peduli terhadap persoalan kemanusiaan dan kebakaran hutan serta lahan.
Menurutnya, pesan mengenai kemanusiaan, kerusakan lingkungan, hingga tindakan oknum yang merugikan masyarakat kerap disampaikan dalam penampilan mereka di atas panggung.
