Buntut Syarat Klub Buku, Warganet Bongkar Latar Belakang Sertifikat Luar Negeri Michelle Wibowo

Minggu 08 Nov 2026, 22:34 WIB
Unggahan sertifikat FMVA dari CFI milik Michelle Wibowo (kiri) serta Sertifikat FMVA dengan nomor yang sama, tercatat atas nama Ibrahim Balkis (kanan). (Sumber: Threads/@jchrysev)
Unggahan sertifikat FMVA dari CFI milik Michelle Wibowo (kiri) serta Sertifikat FMVA dengan nomor yang sama, tercatat atas nama Ibrahim Balkis (kanan). (Sumber: Threads/@jchrysev)

POSKOTA.CO.ID - Di tengah hangatnya perbincangan publik mengenai keabsahan dokumen akademik di tanah air, sosok pembuat konten Michelle Wibowo mendadak menyita perhatian warganet.

Berawal dari persyaratan masuk klub buku rintisannya yang dinilai diskriminatif, serangkaian penelusuran warganet di media sosial justru membongkar dugaan manipulasi berbagai sertifikat akademik dan profesional luar negeri yang kerap ia pamerkan.

Semuanya bermula ketika Michelle mengajak pengguna media sosial untuk bergabung dengan komunitas buku yang ia dirikan, The Nonfiction Society. Sekilas, ajakan itu tampak seperti undangan hangat bagi para pencinta bacaan nonfiksi.

Namun, unggahan tersebut memicu perdebatan sengit setelah Michelle mewajibkan calon anggotanya melampirkan ijazah minimal S1 dari universitas luar negeri.

Baca Juga: Ijazah SMP Ahmad Sahroni Bocor, Nilai Mayoritas 6 Jadi Sorotan Netizen

Bagi banyak pegiat literasi, syarat ini dinilai berlebihan dan bertolak belakang dengan semangat kebersamaan sebuah komunitas.

Ketegangan makin memuncak saat seorang pengguna X mengkritik tata tulis Michelle yang dianggap tidak sesuai dengan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). Alih-alih merespons secara dingin, Michelle justru membalas kritik tersebut dengan nada tajam di Instagram Story.

Respons reaktif itu berbalik menjadi bumerang. Merasa ada yang tidak beres, sejumlah warganet mulai menelusuri latar belakang Michelle melalui unggahan-unggahannya di Threads dan Instagram.

Salah satu penelusuran yang menyita perhatian datang dari John Chrysostom Evan atau pemili akun @jchrysev. Lewat utas panjang di Threads, Evan membedah satu per satu dokumen akademik yang diunggah Michelle.

Baca Juga: Pemutihan Ijazah Jakarta Tahap IV 2025: Gubernur DKI, Pramono Anung Salurkan Bantuan untuk 1.897 Peserta Didik

Kejanggalan pertama ditemukan pada sertifikat Certificate of Best Bachelor Thesis dari Shanghai Jiao Tong University (SJTU) dokumen yang diklaim Michelle sebagai bukti bahwa skripsinya masuk dalam jajaran 1 persen terbaik di kampus tersebut. Evan menemukan bahwa tulisan nama Michelle Wibowo pada sertifikat tersebut tampak ditimpa karena jenis hurufnya berbeda jauh dari teks di sekitarnya.

Lebih jauh lagi, nama Mandarin yang tertera pada sertifikat asli itu adalah Zhang Junyi, seorang alumnus laki-laki jurusan Computer Science yang kini tengah menempuh studi doktoral di UC Berkeley.

Tak berhenti di situ, kecurigaan berlanjut ke dokumen lainnya. Sertifikat Business Analytics dari Harvard University dan ijazah M.sc dari Lund University milik Michelle menunjukkan perbedaan piksel serta penggunaan font yang tidak lazim.

Sementara itu, sertifikat bahasa Jepang (JLPT N4) dan bahasa Mandarin (HSK 8) yang ia unggah diduga kuat menggunakan gambar sampel dari internet, mengingat format, warna, hingga sudut pengambilan gambarnya persis dengan dokumen yang beredar di dunia maya.

Baca Juga: Pramono Salurkan Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap IV Tahun 2025

Penelusuran Evan makin tajam saat membedah sertifikat Financial Modeling & Valuation Analyst (FMVA) dari Corporate Finance Institute (CFI). Dalam unggahannya, Michelle sempat menyindir kualifikasi sertifikasi keuangan lokal. Namun, ketika nomor seri unik pada sertifikat tersebut diverifikasi Evan melalui platform verifikasi berbasis blockchain Accredible, dokumen bernomor tersebut ternyata terdaftar atas nama orang lain, yakni Ibrahim Balkis.

Klaim Michelle sebagai spesialis old money parenting menggunakan sertifikat dari Jai Institute for Parenting pun patah setelah konfirmasi pihak institut menyatakan nama Michelle tidak tercatat dalam basis data mereka.

Ketika dikonfirmasi mengenai aksi penelusurannya, Evan mengaku tidak kenal dan belum pernah berinteraksi dengan Michelle.

“Saya tidak kenal Michelle Wibowo ini siapa, dan sebelumnya saya juga tidak pernah berinteraksi dengan dia sama sekali. Namun, sosok ini cukup viral di media sosial karena unggahan book club-nya yang mengharuskan anggotanya lulusan luar negeri. Dari profilnya, MW tampaknya lulusan SJTU dan Lund. Berawal dari rasa penasaran, saya melakukan sedikit stalking di Threads dan Instagram,” ujarnya.

Baca Juga: Verval Ijazah PPG 2025 di Info GTK Berwarna Merah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

“Waktu saya lihat profilnya, kok, perkataannya kasar sekali. Banyak juga pernyataan kontroversial dari dia. Unggahannya tidak mencerminkan intelektualisme. Dari situlah saya melakukan investigasi kecil-kecilan ini,” tambahnya.

Fenomena ini rupanya menarik perhatian pengacara Natalia Rusli dari Master Trust Law Firm. Natalia sendiri sebelumnya pernah menjadi sasaran tuduhan ijazah palsu oleh Michelle hingga berlanjut ke kepolisian, meski laporan tersebut akhirnya dihentikan karena ijazah Natalia terbukti sah dan asli.

Natalia menaruh perhatian serius lantaran timnya menemukan indikasi bahwa Michelle memanfaatkan sertifikat-sertifikat tersebut untuk mempromosikan dan menjual kelas privat berbayar, seperti kelas parenting hingga stock option trading, yang kualifikasi pengajarnya tidak jelas.

"Sertifikat yang diduga palsu ini sangat berbahaya jika digunakan untuk meyakinkan orang lain agar mengikuti kelasnya. Ini bisa menimbulkan kerugian, baik materiel maupun imateriel," tegas Natalia.

Menanggapi dugaan intimidasi dan penyebaran data pribadi yang dialami Evan pascaviralnya utas tersebut, Natalia menyatakan dukungan penuh dan siap mendampingi Evan secara hukum.

Pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan mengimbau masyarakat agar lebih teliti serta tidak mudah tergiur oleh kelas pelatihan berbayar dari pengajar yang kualifikasi akademiknya meragukan.


Berita Terkait


News Update