Lebih jauh lagi, nama Mandarin yang tertera pada sertifikat asli itu adalah Zhang Junyi, seorang alumnus laki-laki jurusan Computer Science yang kini tengah menempuh studi doktoral di UC Berkeley.
Tak berhenti di situ, kecurigaan berlanjut ke dokumen lainnya. Sertifikat Business Analytics dari Harvard University dan ijazah M.sc dari Lund University milik Michelle menunjukkan perbedaan piksel serta penggunaan font yang tidak lazim.
Sementara itu, sertifikat bahasa Jepang (JLPT N4) dan bahasa Mandarin (HSK 8) yang ia unggah diduga kuat menggunakan gambar sampel dari internet, mengingat format, warna, hingga sudut pengambilan gambarnya persis dengan dokumen yang beredar di dunia maya.
Baca Juga: Pramono Salurkan Bantuan Pemutihan Ijazah Tahap IV Tahun 2025
Penelusuran Evan makin tajam saat membedah sertifikat Financial Modeling & Valuation Analyst (FMVA) dari Corporate Finance Institute (CFI). Dalam unggahannya, Michelle sempat menyindir kualifikasi sertifikasi keuangan lokal. Namun, ketika nomor seri unik pada sertifikat tersebut diverifikasi Evan melalui platform verifikasi berbasis blockchain Accredible, dokumen bernomor tersebut ternyata terdaftar atas nama orang lain, yakni Ibrahim Balkis.
Klaim Michelle sebagai spesialis old money parenting menggunakan sertifikat dari Jai Institute for Parenting pun patah setelah konfirmasi pihak institut menyatakan nama Michelle tidak tercatat dalam basis data mereka.
Ketika dikonfirmasi mengenai aksi penelusurannya, Evan mengaku tidak kenal dan belum pernah berinteraksi dengan Michelle.
“Saya tidak kenal Michelle Wibowo ini siapa, dan sebelumnya saya juga tidak pernah berinteraksi dengan dia sama sekali. Namun, sosok ini cukup viral di media sosial karena unggahan book club-nya yang mengharuskan anggotanya lulusan luar negeri. Dari profilnya, MW tampaknya lulusan SJTU dan Lund. Berawal dari rasa penasaran, saya melakukan sedikit stalking di Threads dan Instagram,” ujarnya.
Baca Juga: Verval Ijazah PPG 2025 di Info GTK Berwarna Merah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
“Waktu saya lihat profilnya, kok, perkataannya kasar sekali. Banyak juga pernyataan kontroversial dari dia. Unggahannya tidak mencerminkan intelektualisme. Dari situlah saya melakukan investigasi kecil-kecilan ini,” tambahnya.
Fenomena ini rupanya menarik perhatian pengacara Natalia Rusli dari Master Trust Law Firm. Natalia sendiri sebelumnya pernah menjadi sasaran tuduhan ijazah palsu oleh Michelle hingga berlanjut ke kepolisian, meski laporan tersebut akhirnya dihentikan karena ijazah Natalia terbukti sah dan asli.
Natalia menaruh perhatian serius lantaran timnya menemukan indikasi bahwa Michelle memanfaatkan sertifikat-sertifikat tersebut untuk mempromosikan dan menjual kelas privat berbayar, seperti kelas parenting hingga stock option trading, yang kualifikasi pengajarnya tidak jelas.
