BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja mendukung peluncuran Gebyar Pap Smear JKN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Kegiatan peluncuran tingkat nasional dipusatkan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Jalan Raden Mamun Nawawi, Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 29 Oktober 2026.
Nia menyampaikan kanker leher rahim masih menjadi ancaman kesehatan serius bagi perempuan. Namun, risiko tersebut dapat ditekan melalui upaya pencegahan dan deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan semakin besar.
“Atas nama TP PKK Kabupaten Bekasi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan Cabang Cikarang dan IBI Kabupaten Bekasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif yang sangat bermanfaat ini,” kata Nia, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca Juga: Hadiri Pelantikan PCNU, Bupati Bekasi Tegaskan Pentingnya Peran NU di Tengah Modernisasi
Menurut Nia, peluncuran Gebyar Pap Smear JKN 2026 merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung upaya promotif dan preventif, sekaligus menyongsong pelaksanaan Universal Health Coverage prioritas di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan TP PKK memiliki jaringan kader hingga tingkat dasawisma yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jaringan tersebut menjadi kekuatan strategis untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
“Kami menyadari tantangan terbesar dalam deteksi dini seperti pap smear atau IVA sering kali bukan pada ketersediaan alatnya, melainkan pada kesadaran, rasa takut, dan stigma di kalangan perempuan itu sendiri,” ucapnya.
Baca Juga: Apresiasi Para Pahlawan Kemanusiaan, PMI Kabupaten Bekasi Gelar Red Connect Fun Walk 2026
Karena itu, Nia mengajak seluruh kader PKK untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar perempuan tidak lagi merasa khawatir atau malu menjalani pemeriksaan. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong semakin banyak perempuan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
