Kabupaten Bekasi jadi Titik Peluncuran Gebyar Pap Smear JKN BPJS Kesehatan 2026

Kamis 29 Okt 2026, 15:47 WIB
Pembukaan Gebyar Pap Smear JKN Serentak 2026 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)
Pembukaan Gebyar Pap Smear JKN Serentak 2026 di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar, Kamis, 29 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Kabupaten Bekasi menjadi titik peluncuran program Gebyar Pap Smear JKN yang digelar BPJS Kesehatan secara nasional, Kamis, 29 Oktober 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim pada perempuan di Indonesia, sekaligus mendorong kesadaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sebanyak 16,6 juta peserta JKN teridentifikasi memiliki risiko kanker serviks berdasarkan hasil skrining riwayat kesehatan. Namun, dari jumlah tersebut, baru 2,27 persen peserta yang menindaklanjuti potensi risiko itu dengan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan perluasan akses pelayanan deteksi dini.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba mengatakan Gebyar Pap Smear JKN merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit melalui deteksi dini.

Baca Juga: Daftar 12 Korban Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi, 6 Orang Tewas

“BPJS Kesehatan sangat konsen terhadap hal ini. Kita harus mulai melakukan perubahan kebijakan dari kuratif menuju promotif dan preventif, karena berapa pun anggaran yang disediakan negara tidak akan pernah cukup jika kita hanya berfokus pada pengobatan,” kata Abdi, Kamis, 29 Oktober 2026.

Abdi menjelaskan Kabupaten Bekasi dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki potensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, yang memadai dan tersebar luas. Selain itu, jumlah penduduk perempuan dan angka kelahiran yang tinggi menjadi pertimbangan untuk memperkuat edukasi serta pelayanan kesehatan bagi perempuan.

“Kami ingin menggerakkan program ini di seluruh Indonesia. Karena itu, kami berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar upaya deteksi dini kanker serviks dapat menjangkau lebih banyak perempuan,” ujarnya.

Menurutnya, bidan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, bidan diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks serta mendorong perempuan yang memiliki risiko untuk segera menjalani pemeriksaan lanjutan.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan PCNU, Bupati Bekasi Tegaskan Pentingnya Peran NU di Tengah Modernisasi

“Saya berharap ibu-ibu bidan membantu negara dalam menjalankan upaya promotif dan preventif. Pemeriksaan pap smear perlu terus disosialisasikan agar perempuan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ucapnya.


Berita Terkait


News Update