Di DTIIF 2026, Dirut Telkom Tegaskan Infrastruktur dan Keamanan Digital Fondasi Utama Industri AI Masa Depan

Kamis 29 Okt 2026, 13:34 WIB
Plenary sesi “The Next Industrial Wave: Which Technologies Will Create New Global Industries?” pada hari kedua DTIIF 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Telkom)
Plenary sesi “The Next Industrial Wave: Which Technologies Will Create New Global Industries?” pada hari kedua DTIIF 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Telkom)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Perkembangan AI berpotensi melahirkan gelombang industri baru yang mengubah lanskap bisnis dan layanan publik secara global.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Nanang Hendarno menegaskan adopsi teknologi saja tidak cukup tanpa ekosistem infrastruktur, investasi, dan keamanan digital yang andal.

Pernyataan tersebut disampaikan Nanang dalam diskusi plenary Danantara Indonesia Technology and Innovation Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

"Nilai ekonomi masa depan akan sangat ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dan kepercayaan publik agar AI dapat dimanfaatkan secara luas," kata Nanang.

Baca Juga: DTIIF 2026: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia Hadapi Era Post-Quantum Cryptography

Nanang membeberkan fakta meski adopsi AI tumbuh pesat, sekitar 95 persen proyek percontohan (pilot project) AI generatif belum berdampak signifikan pada laba-rugi perusahaan.

Selain itu, baru 25 persen perusahaan yang berhasil meraih Return on Investment (ROI) sesuai harapan, sehingga integrasi alur kerja dan kepastian regulasi menjadi kunci esensial.

Berdasarkan analisis Telkom, terdapat lima kandidat industri global masa depan, yaitu konektivitas terintegrasi, pusat data AI skala besar, infrastruktur kepercayaan digital, agentic economy, dan Autonomous-as-a-Service.

"Telkom berfokus memperkuat dua kapabilitas inti, yakni konektivitas terintegrasi dan pusat data AI skala besar, sembari menjajaki peluang di tiga area potensial lainnya," jelasnya.

Baca Juga: LKPP dan Telkom Solution Garap SPSE V5, Dorong Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Lebih Transparan

Genjot Kapasitas Pusat Data NeutraDC Hingga 1 GW

Anak perusahaan Telkom, NeutraDC kini mengoperasikan pusat data berkapasitas 48,4 MW dengan target ekspansi hingga 1 Gigawatt (GW) untuk memperkuat ekosistem digital nasional.

Telkom juga memperkuat jangkauan melalui jaringan kabel laut sepanjang 211 ribu kilometer, kapasitas satelit 42,2 Gbps, serta fasilitas platform AI ModelHub dan Sovereign Digital Technology.

Inisiatif teknologi berdaulat ini mencakup empat pilar utama: AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera guna menopang UMKM nasional.

"Kami membangun tiga fondasi utama, yakni konektivitas terintegrasi, pusat data berskala besar, serta gerbang model AI dan aplikasi," ucapnya.

Nanang menekankan pembangunan industri AI membutuhkan modal investasi jangka panjang (patient capital) yang bersedia membangun fondasi sebelum permintaan pasar terbentuk sepenuhnya.

Pemerintah berfokus pada regulasi kedaulatan data, sementara pelaku industri telekomunikasi menyediakan konektivitas dan komputasi andal bagi para pengembang startup.

Kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak guna memastikan talenta digital lokal siap memanfaatkan teknologi AI demi efisiensi ekonomi nasional.

"Indonesia memiliki modal awal dari segi kebutuhan dan infrastruktur digital. Momentum ini wajib dimanfaatkan untuk membangun industri yang bersaing secara global," tuturnya.


Berita Terkait


News Update