POSKOTA.CO.ID - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di wilayah Kalimantan terus mendapat perhatian. Merespons kondisi darurat tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyalurkan bantuan paket masker medis dan vitamin untuk masyarakat serta petugas lapangan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat pada pertengahan September 2026.
Langkah tanggap darurat ini disalurkan melalui program TelkomGroup Peduli Bencana Karhutla 2026 untuk menjaga kesehatan masyarakat yang terpapar polusi asap akibat karhutla.
Bantuan ini juga ditujukan untuk menunjang daya tahan tubuh para petugas yang bekerja memadamkan api di lokasi terdampak.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menjelaskan bahwa intervensi kesehatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga saat krisis terjadi.
"TelkomGroup berupaya hadir bersama masyarakat, termasuk ketika terjadi bencana dan kondisi darurat seperti karhutla. Melalui bantuan masker medis dan vitamin ini, kami berharap dapat mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar masyarakat dan petugas di wilayah terdampak," kata Hery.
Ancaman karhutla tahun ini terbilang krusial. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung sepanjang Juli hingga September, dengan cakupan wilayah terkering terluas terjadi pada Agustus. Cuaca ekstrem yang memicu kondisi serbakering ini menaikkan potensi kebakaran lahan secara signifikan.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Telkom berharap respons cepat di wilayah terdampak ini bisa membantu memperkuat ketangguhan komunitas lokal dalam menghadapi bencana iklim berkelanjutan.
