Obrolan Warteg: Kian Dituntut Kejujuran, Jangan Tutupi Kepalsuan

Rabu 28 Okt 2026, 07:55 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 28 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Rabu, 28 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Sang proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta sangat mendunia. Baru sepuluh tahun merdeka, sudah mampu mengumpulkan pemimpin dunia melalui KAA pada 18-24 April 1955, di Bandung. Itu prestasi dunia, dipuji Sekjen PBB, Antonio Guterres yang baru saja berkunjung ke Indonesia,” jelas mas Bro.

“Ijazah Bung Hatta juga mendunia, bahkan belakangan viral salinan ijazah yang dipajang di kampus almamaternya, Erasmus University Rotterdam (EUR) Belanda,” kata Heri.

“Itu bukti pengakuan konkret bahwa ijazahnya tidak abal – abal,” kata mas Bro.

“Tapi ada juga karena ijazahnya yang abal – abal menjadi viral,” celatuk Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Uji Kekuatan dan Kelayakan Jalan Tol

“Enggak usah nyerempet – nyerempet soal ijazah. Topik obrolan warteg kali ini soal sumpah pemuda,” ujar Heri mengingatkan.

“Kalau ikrar ‘Sumpah Pemuda’ pada 28 Oktober 1928, itu fakta adanya, peristiwa sejarah. Setiap tanggal 28 Oktober kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda,” urai mas Bro.

“Spirit perjuangan menuju Indonesia maju dan sejahtera sebagaimana makna Sumpah Pemuda, tidak boleh sirna. Spirit harus terus diupdate sesuai dengan perkembangan. Kejujuran kian menjadi tuntutan era sekarang,” kata Heri.

“Setuju. Kejujuran dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Bagi para elite dan pejabat publik jujur dalam berucap dan berbuat, satunya kata dengan perbuatan. Jangan tutupi kepalsuan,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update