Tawuran Antar Kelompok Pelajar Pecah di Citra Raya, Polisi Amankan Belasan Pelaku

Selasa 27 Okt 2026, 22:23 WIB
Pelaku tawuran saat diamankan di Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang. (Sumber: Istimewa)
Pelaku tawuran saat diamankan di Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang. (Sumber: Istimewa)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Aksi tawuran antarkelompok pelajar pecah di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Senin, 26 Oktober 2026 malam. Polsek Panongan bergerak cepat ke lokasi dan berhasil mengamankan 17 pelajar yang terlibat dalam bentrokan bersenjata tajam tersebut.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, puluhan pelajar tampak saling kejar di jalanan sambil mengacungkan senjata tajam. Di tengah bentrokan, sempat muncul kobaran api yang berasal dari lemparan bom molotov.

Kapolsek Panongan, Iptu Irruandy Aritonang, mengungkapkan bahwa bentrokan ini melibatkan kelompok pelajar dari berbagai sekolah di luar wilayah Kabupaten Tangerang. Sebelum beraksi, kedua kelompok tersebut rupanya telah bersepakat melalui media sosial.

"Komunikasi awal dilakukan via Instagram untuk janjian tawuran di Citra Raya. Setelah menerima laporan dari warga dan pihak keamanan kawasan, kami langsung mendatangi TKP dan mengamankan 17 pelajar," ujar Irruandy, Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca Juga: Cegah Tawuran di Bassura, Polisi Tangkap 20 Pemuda dan Sita Celurit hingga Air Keras

Terkait keberadaan bom molotov di lokasi kejadian, Irruandy membenarkan penggunaan senjata berbahaya tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, para pelajar mengaku memperoleh bom rakitan itu dengan memesannya secara daring.

"Mereka beli (bom molotov) secara online," kata Irruandy.

Akibat bentrokan tersebut, seorang pelajar dilaporkan mengalami luka ringan di bagian kepala akibat sabetan mistar besi. Korban telah mendapatkan penanganan medis.

Usai didata, belasan pelajar tersebut tidak langsung ditahan, melainkan diberikan pembinaan intensif dengan memanggil orang tua masing-masing sebelum dipulangkan. Kepolisian juga memberikan imbauan tegas kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

"Kami sudah mengumpulkan para orang tua dan menekankan bahwa anak adalah titipan Tuhan. Peran orang tua sangat vital untuk menjaga dan mengarahkan mereka menuju masa depan yang baik, bukan malah terlibat aksi kriminal jalanan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update