Oleh :Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID - “Beri aku 10 pemuda , niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ini petikan pidato legendaris Bung Karno yang disampaikan pada tahun 1946, tetapi masih menggema hingga kini. Tak jarang dikaitkan dengan orasi kebangsaan dan nilai patriotisme dalam momen berbagai peringatan, termasuk Sumpah Pemuda.
Petikan pidato Bung Karno itu sejatinya memberi spirit kepada generasi muda untuk terus maju menyongsong masa depan. Dunia akan berguncang jika pemuda Indonesia memiliki keunggulan.
“Jangankan 10 jumlahnya, 1 pemuda pun bisa mengguncang dunia karena keunggulannya,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Wah hebat itu,” celatuk Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Menanti Sosok Independen Pansel Calon Anggota KPU
“Bukan cuma hebat, juga bermartabat. Kalian ingat enggak, Susi Susanti, pebulutangkis Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, juara dunia 1993 dan 4 kali juara All England,” urai Heri.
“Di dunia bulu tangkis ada pula nama pemain legendaris Rudi Hartono, pemegang rekor dunia Guinness World Record dengan 8 kali gelar juara All England,” tambah Heri bersemangat.
“Banyak yang telah mengguncang dunia, sebut saja petinju Chris John, Rizki Juniansyah (angkat besi), Anies Susanti Rahayu ( panjat tebing), Lalu Muhammad Zohri, peraih medali lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia, 21 Juli lalu, 2018 dan masih banyak lagi,” urai mas Bro.
“Itu di bidang olahraga, di bidang lain ada nggak?” tanya Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Merespons Curhatan Warga Soal Harga Sembako
“Sang proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta sangat mendunia. Baru sepuluh tahun merdeka, sudah mampu mengumpulkan pemimpin dunia melalui KAA pada 18-24 April 1955, di Bandung. Itu prestasi dunia, dipuji Sekjen PBB, Antonio Guterres yang baru saja berkunjung ke Indonesia,” jelas mas Bro.
“Ijazah Bung Hatta juga mendunia, bahkan belakangan viral salinan ijazah yang dipajang di kampus almamaternya, Erasmus University Rotterdam (EUR) Belanda,” kata Heri.
“Itu bukti pengakuan konkret bahwa ijazahnya tidak abal – abal,” kata mas Bro.
“Tapi ada juga karena ijazahnya yang abal – abal menjadi viral,” celatuk Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Uji Kekuatan dan Kelayakan Jalan Tol
“Enggak usah nyerempet – nyerempet soal ijazah. Topik obrolan warteg kali ini soal sumpah pemuda,” ujar Heri mengingatkan.
“Kalau ikrar ‘Sumpah Pemuda’ pada 28 Oktober 1928, itu fakta adanya, peristiwa sejarah. Setiap tanggal 28 Oktober kita peringati sebagai Hari Sumpah Pemuda,” urai mas Bro.
“Spirit perjuangan menuju Indonesia maju dan sejahtera sebagaimana makna Sumpah Pemuda, tidak boleh sirna. Spirit harus terus diupdate sesuai dengan perkembangan. Kejujuran kian menjadi tuntutan era sekarang,” kata Heri.
“Setuju. Kejujuran dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Bagi para elite dan pejabat publik jujur dalam berucap dan berbuat, satunya kata dengan perbuatan. Jangan tutupi kepalsuan,” kata Yudi.
