KM Berkah Tenggelam Dihantam Ombak di Merak, 2 Nelayan Tewas

Selasa 27 Okt 2026, 11:02 WIB
Petugas mengevakuasi jasad dua nelayan setelah perahu yang ditumpangi tenggelam dihantam gelombang di perairan Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Petugas mengevakuasi jasad dua nelayan setelah perahu yang ditumpangi tenggelam dihantam gelombang di perairan Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

CILEGON, POSKOTA.CO.ID - Sebuah perahu nelayan KM Berkah yang ditumpangi tiga orang nelayan tenggelam di perairan sekitar Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin, 26 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Dua nelayan berinisial A (26) dan S (38) tewas dan satu orang lainnya berinisial U (34) diselamatkan setelah mendapat pertolongan dari KMP SMS Sagita yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi, dua jasad nelayan dibawa ke Dermaga Pantai Mabak, Merak. Petugas Ditpolairud Polda Banten, TNI serta BPBD selanjutnya mengevakuasi korban ke rumah sakit setempat.

Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto menjelaskan ketiga nelayan tersebut berangkat dari pangkalan nelayan Tanjung Peni sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka bertolak menuju perairan Pulau Tempurung untuk melakukan aktivitas memancing hasil laut.

Baca Juga: Ngaku Punya 'Orang Dalam' Perusahaan, Janda di Cilegon Tipu Rp223 Juta dari Pencari Kerja

“Sekitar pukul 09.30 WIB, perahu tiba di sekitar perairan Pulau Tempurung. Kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, para nelayan berpindah lokasi memancing dengan cara mengelilingi Pulau Tempurung. Namun, saat itu kondisi cuaca kurang bersahabat sehingga perahu terkena ombak dan tenggelam,” kata Eko, Senin, 26 Oktober 2026.

Menurut Eko, pertolongan pertama dilakukan awak kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Awak KM Inti Rezeki mengevakuasi dua nelayan ke Pantai Mabak, sedangkan satu nelayan selamat mendapat pertolongan dari awak KMP SMS Sagita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Ditpolairud Polda Banten segera melakukan langkah-langkah penanganan. Petugas juga memastikan para nelayan mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi ke daratan.

“Personel Ditpolairud Polda Banten menindaklanjuti laporan kejadian dengan melakukan pendataan dan melaporkan perkembangan penanganan kepada pimpinan. Penanganan dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan pendataan korban berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

Baca Juga: 19 Siswa Terpapar Gas Air Mata Imbas Latihan Dalmas Polres Cilegon, Mata Sakit hingga Sesak Napas

Ia mengingatkan para nelayan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan. Perubahan cuaca dan gelombang yang tidak bersahabat dapat membahayakan keselamatan, terutama ketika nelayan berpindah lokasi untuk mencari ikan.

"Kami mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca berisiko. Nelayan juga diharapkan selalu mengutamakan keselamatan, membawa perlengkapan penyelamatan," ucapnya.


Berita Terkait


News Update