JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) terus menggenjot target pembangunan rumah layak huni. Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah telah mencapai angka 70,9 persen.
Pencapaian itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur di Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Fitrah menjelaskan Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah yang paling banyak penerima manfaat program BPS.
"Pencapaian BSPS capai di angka 70,9 persen. Jawa Barat kuota yang paling tinggi sebanyak 49.000 unit, akhir Oktober ini mudah-mudahan sudah tercairkan," kata Fitrah.
Fitrah menjelaskan Jabar memiliki penduduk hampir 50 juta jiwa dan cakupan area paling luas serta jumlah masyarakat miskinnya juga tinggi. Dari jumlah 27 wilayah di Jabar, Kabupaten Bogor paling banyak penerima manfaat.
Baca Juga: 2 Rumah Tidak Layak Huni di Pandeglang Belum Tersentuh Bantuan, Kades Minta Perhatian Pemerintah
"Kebetulan kemarin saya rapat di Kabupaten Bogor, ternyata di Jawa Barat yang paling tinggi penduduknya itu di Kabupaten Bogor, RTLH yang paling banyak itu di Kabupaten Bogor, masyarakat miskinnya paking banyak di Kabupaten Bogor," ujarnya.
"Jadi Kabupaten Bogor itu saja ada 10.000 RTLH di sana. Tapi Alhamdulillah saya lihat juga berapa lokasi sudah banyak selesai. Ya Alhamdulillah akhir Oktober ini sudah bisa pencairan semua," ucapnya.
Ia menjelaskan ada berbagai komponen yang harus dilihat dari penerima manfaat bedah rumah. Komponen ketahanan bangunan merupakan salah satunya.
"Komponen rumah tidak layak huni itu kan satu adalah ketahanan struktur. Kedua adalah kesehatan, kesehatan itu ada dua pencahayaan dan pengawaan itu ada standarnya. Kalau pencahayaan itu minimal 10 persen luas lantai dari permukaan.Kalau pengawaan minimal 5 persen dari luas lantai harus terbuka," tuturnya.
Baca Juga: Pasangan Lansia di Menteng Bertahan dalam Rumah Tidak Layak Huni, Atap Bocor setiap Hujan
Komponen lainnya, antara lain sanitasi, ketersedian air bersih dan kecukupan ruangan. Fitrah menekankan jika ada yang tidak sesuai, maka bisa dibantu.
