Tolak Relokasi, 500 Pedagang Pasar Taman Puring Tagih Janji Revitalisasi ke Gubernur Jakarta

Senin 26 Okt 2026, 21:45 WIB
Pasar Taman Puring pascamusibah kebakaran besar yang menghanguskan tempat usaha mereka, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Pasar Taman Puring pascamusibah kebakaran besar yang menghanguskan tempat usaha mereka, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 500 pedagang Pasar Taman Puring menolak rencana relokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Teras Lenteng Agung pascakebakaran.

Penolakan masif ini mencuat usai beredarnya informasi bahwa lahan eks Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bakal dialihfungsikan menjadi taman kota.

Pedagang tas, Samsudin (42) menegaskan para pedagang tidak akan angkat kaki sebelum ada kepastian tertulis mengenai pembangunan kembali fisik pasar legendaris tersebut.

"Kami tidak menolak program pemerintah, tetapi paling tidak dirikan kembali fisik bangunan Pasar Taman Puring. Jangan hilangkan ikon yang sudah puluhan tahun ada di Jakarta," kata Samsudin kepada Poskota di lokasi, Senin, 26 Oktober 2026.

Baca Juga: Relokasi 200 PKL Stasiun Tangerang Menggantung, Pedagang Masih Padati Lapak Jualan

Para pedagang menganggap opsi relokasi ke Teras Lenteng Agung kurang strategis karena lokasinya tergolong jauh serta sepi pengunjung.

Ia turut menagih janji Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang sempat berjanji akan merenovasi serta membangun kembali pasar yang hangus terbakar tersebut.

Kondisi ekonomi pedagang kian memprihatinkan lantaran sebagian besar korban masih terbebani cicilan pinjaman modal usaha di Bank Jakarta meski tempat usahanya ludes.

"Banyak teman-teman yang tidak punya sisa barang dagangan terpaksa beralih profesi narik ojek online demi bertahan hidup dan membayar cicilan bank," ujarnya.

Baca Juga: Relokasi PKL Stasiun Tangerang Dimulai 14 Oktober 2026, 200 Lebih Pedagang Bakal Pindah ke Pasar Anyar

Ketua Koordinator Lapangan Pedagang Pasar Wisata Taman Puring, Asmuni membeberkan sekitar 200 pedagang kini nekat bertahan mendirikan tenda darurat di area eks kebakaran demi menghabiskan sisa stok barang.


Berita Terkait


News Update