KPPG Bogor Ungkap Sebaran Hampir 100 Ribu Lapangan Kerja dari Dapur MBG

Senin 26 Okt 2026, 18:22 WIB
Kepala KPPG Bogor, Haidir, menyebut keberadaan dapur MBG telah menciptakan hampir 100 ribu lapangan kerja baru di tujuh wilayah guna mendorong ekonomi masyarakat. (Sumber: Istimewa)
Kepala KPPG Bogor, Haidir, menyebut keberadaan dapur MBG telah menciptakan hampir 100 ribu lapangan kerja baru di tujuh wilayah guna mendorong ekonomi masyarakat. (Sumber: Istimewa)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID – Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kerja KPPG Bogor disebut telah menciptakan hampir 100 ribu lapangan kerja baru. Penyerapan tenaga kerja tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran uang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan.

Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengatakan, lapangan kerja tersebut tersebar di tujuh wilayah kerja, meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Depok, dan Purwakarta.

“Alhamdulillah, hampir menyentuh 100 ribu lapangan kerja baru tercipta dengan keberadaan dapur MBG yang tersebar,” kata Haidir.

Menurutnya, para pekerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mayoritas direkrut dari masyarakat di sekitar lokasi dapur. Kebijakan ini dilakukan agar keberadaan program MBG turut memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga setempat.

Baca Juga: 100 Orang di Cirebon Tumbang Diduga Keracunan MBG, Korban Dilarikan ke RS

Haidir menjelaskan, proses rekrutmen pekerja tetap dilakukan melalui seleksi dengan standar kompetensi tertentu. Hal itu diperlukan untuk memastikan para pekerja memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan operasional dapur SPPG.

“Meski kita terapkan standar khusus bagi para pekerja SPPG, kita tetap utamakan pekerja dari asal dapur berada agar penyerapan tenaga kerja maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Pendapatan yang diterima para pekerja berpotensi meningkatkan aktivitas belanja dan perputaran uang di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan demikian, manfaat keberadaan dapur MBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi, tetapi juga diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi lokal.

“Tentu dengan perputaran uang yang ada di desa atau kelurahan, maka akan meningkatkan daya beli masyarakat di daerah tersebut,” tutup Haidir.


News Update