Dukung Ekosistem AI, InfraNexia Perluas Jaringan Data Center hingga 800G

Selasa 27 Okt 2026, 19:19 WIB
Direktur Planning InfraNexia, Ronny Arnaz. (Sumber: Telkom)
Direktur Planning InfraNexia, Ronny Arnaz. (Sumber: Telkom)

POSKOTA.CO.ID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) di Indonesia menuntut kesiapan infrastruktur digital yang tangguh. Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), operating company milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat jaringan konektivitas nasional guna menopang lonjakan kebutuhan pertukaran data berbasis AI.

Langkah strategis ini mencakup peningkatan kapasitas jaringan, perluasan data center interconnect, hingga penguatan keandalan jaringan agar pengolahan data AI dapat berjalan cepat dan minim hambatan.

Direktur Planning InfraNexia, Ronny Arnaz, menegaskan bahwa konektivitas merupakan fondasi utama dalam ekosistem AI. Jaringan yang andal diperlukan untuk menghubungkan fasilitas pusat data (data center), penyedia layanan, dan pengguna secara seamless.

“Infrastruktur yang siap mendukung AI harus mampu menangani pertukaran data dalam jumlah besar dan menjaga layanan tetap berjalan. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan, serta memperkuat keandalan jaringan seiring pertumbuhan kebutuhan pelanggan,” ujar Ronny dalam sesi panel Bali Tech Week 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.

Baca Juga: LKPP dan Telkom Solution Garap SPSE V5, Dorong Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Lebih Transparan

Saat ini, InfraNexia telah menghubungkan kawasan Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan Batam ke dalam jaringan backbone nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengoperasian 76 kilometer dark fiber di Cikarang serta 96 kilometer jaringan fiber di Batam.

Layanan interkoneksi ini dirancang khusus dengan latensi sangat rendah di bawah dua milidetik sehingga proses transfer data antar-pusat data berlangsung optimal.

Menghadapi pesatnya pertumbuhan trafik digital, InfraNexia memprioritaskan peningkatan kapasitas pada 14 jalur pusat data dengan trafik tertinggi sepanjang 2026. Dalam peta jalan (roadmap) jangka panjang, perusahaan memproyeksikan pengembangan teknologi interkoneksi berkapasitas hingga 800G per panjang gelombang pada 2030.

Sementara untuk ekspansi wilayah, perluasan jangkauan ditargetkan masuk ke Batam–Bintan pada 2027 dan Kalimantan pada 2028.

Baca Juga: Perkuat Kemandirian Digital, TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Tak hanya mengandalkan kapasitas besar, faktor keamanan dan keberlangsungan layanan (business continuity) juga menjadi prioritas. InfraNexia menerapkan skema rute ganda melalui jalur darat dan laut yang terpisah. Pemisahan rute ini berfungsi meminimalisasi risiko kegagalan sistem akibat satu gangguan yang sama, sekaligus memungkinkan pengalihan trafik secara cepat apabila terjadi force majeure.


Berita Terkait


News Update