Fokus sasaran meliputi pengemudi tanpa helm SNI, pengemudi tanpa sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, pelanggaran lampu merah dan marka, melampaui batas kecepatan, hingga aksi melawan arus.
"Terdapat kebutuhan sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri," ujar Dadang.
